BeritaBulelengDaerahLingkungan Hidup
Trending

Tumpek Wariga, Wabup Buleleng Ajak Muliakan Tanaman

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Bertepatan dengan perayaan Rahina Tumpek Wariga, Wakil Bupati (Wabup) Buleleng ajak memuliakan tanaman.

Sesuai dengan Instruksi Gubernur Bali Nomor 6 Tahun 2022, secara serentak di seluruh Bali tak terkecuali di Buleleng digelar kegiatan pemuliaan hutan atau tanaman dengan upacara Wana Kerthi.

Kegiatan ini merupakan pelestarian tradisi lokal yang juga bagian dari perayaan Tumpek Wariga yang jatuh setiap 210 hari sekali atau 25 hari sebelum Hari Raya Galungan.

Di Buleleng, upacara Wana Kerthi sebagai wujud terimakasih kepada pohon dipusatkan di Hutan Desa Selat, Kecamatan Sukasada, pada hari Sabtu, 14 Mei 2022.

[irp]
Wabup Buleleng saat tumpek wariga di Buleleng
Bertempat di Hutan Desa Selat, dilakukan penanaman pohon. Foto: Prokompim Buleleng.

Wabup Buleleng, I Nyoman Sutjidra; mengatakan bahwa upacara Wana Kerthi ini bertujuan untuk memuliakan tanaman yang sangat berdampak besar bagi kehidupan.

“Sesuai visi misi Gubernur Bali, Nangun Sad Kerthi Loka Bali; bagaimana cara kita memuliakan, merawat dan tidak menghancurkannya untuk kehidupan kita,” jelasnya.

Upacara ini sejatinya rutin dilakukan oleh masyarakat Bali dalam menyambut hari Raya Galungan.

I Nyoman Sutjidra juga berharap agar seluruh masyarakat senantiasa menjaga kelestarian hutan serta tidak menebang sembarang pohon agar hutan tetap lestari.

“Dari dulu sudah dilakukan namun sekarang lebih ditekankan bagaimana kita harus menjaga dan memuliakan tanaman yang ada disekitar kita,” sambung Wabup Buleleng.

[irp]

Momentum implementasi Tri Hita Karana

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat; mengungkapkan bahwa Tumpek Wariga adalah momentum implementasi falsafah Tri Hita Karana.

Ini dibuktikan dengan kebersamaan semua stakeholder yang bergerak untuk menjaga kelestarian hutan.

“Saya kira itulah yang akan menjadi momentum hari ini,” ucap Gede Melandrat.

Dengan ini, pihaknya berkomitmen untuk menjaga hutan secara bersama-sama, dengan harapan bisa menjadi hutan raya yang nantinya menjadi aspek perlindungan, bagi satwa dan vegetasinya.

[irp]

Gede Melandrat menyebutkan bahwa ada sekitar 50 pohon dengan jenis tanaman upakara dan buah-buahan yang ditanam pada upacara Wana Kerthi tersebut.

Pihaknya berharap dengan jumlah penanaman pohon yang relatif sedikit, namun mampu menghasilkan tingkat keberhasilan hidup sangat tinggi.

“Sedikit kita tanam tapi berhasil, daripada menanam pohon banyak-banyak tetapi tingkat keberhasilannya tidak baik,” tutupnya. (fJr/mdy/suy/JP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button