BeritaDenpasar

Pesona Budaya Bali Sambut Istri Kepala Daerah di Puri Jero Kuta dan Pasar Kumbasari

DENPASAR, jarrakposbali.com – Langkah para istri kepala daerah itu tampak pelan mengikuti irama gamelan Bali yang mengalun hangat di halaman Puri Jero Kuta, Denpasar. Tangan mereka mulai belajar menata gerakan Tari Pendet, sesekali disambut tawa kecil ketika posisi jemari belum sepenuhnya selaras dengan arahan pelatih.

Suasana Ladies Program dalam rangka Rakerkomwil IV APEKSI ke 21 terasa lebih dekat dengan denyut budaya Bali. Tidak hanya menyaksikan, para peserta diajak merasakan langsung bagaimana seni dan tradisi hidup di tengah masyarakat. Dari gerakan Tari Pendet hingga merangkai gebogan yang biasa digunakan dalam sarana upakara, setiap proses menghadirkan pengalaman yang membekas.

Yang menarik, kunjungan ke Pasar Kumbasari juga memperlihatkan wajah lain Kota Denpasar. Di antara lorong pasar seni yang ramai, para peserta melihat karya perajin lokal, kain tradisional, hingga aneka kerajinan yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya Bali. Dalam banyak kasus, ruang seperti ini sering kali menjadi cara paling sederhana untuk memahami sebuah daerah, yakni melalui tradisi yang tetap hidup di tengah aktivitas masyarakatnya.

Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara didampingi Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Swandewi Eddy Mulya, menyampaikan, pada Ladies Program Rakerkomwil IV  APEKSI ke-21, pengenalan budaya Bali menjadi salah satu poin utama.

Selain sebagai promosi wisata budaya Kota Denpasar, hal ini juga ditujukan agar kesenian dan budaya Bali lebih dikenal oleh masyarakat secara luas.

“Kami ingin mengenalkan secara lebih mendalam tentang Tari Pendet dan Gebogan yang selama ini mungkin hanya disaksikan saja oleh para wisatawan saat berkunjung ke Bali. Lewat belajar tari Pendet dan membuat Gebogan ini, saya harap ibu-ibu Kepala Daerah juga mengetahui tentang seluk beluk kesenian Bali, sebagai kekayaan warisan leluhur,”  ungkap Sagung Antari, di Puri Jero Kuta, Denpasar, Jumat (22/5).

Usai berkegiatan di Puri Jero Kuta, rombongan istri Kepala Daerah melanjutkan perjalanan menuju Pasar Kumbasari, untuk melihat berbagai produk unggulan UMKM binaan Dekranasda dan Disperindag Kota Denpasar.

Pemilihan lokasi ini sebagai City Tour pada Ladies Program juga bukan tanpa alasan. Sagung Antari mengemukakan, berbagai produk unggulan UMKM Kota Denpasar yang dijajakan di Pasar Kumbasari memiliki potensi untuk dipasarkan secara luas. Untuk itu, dengan menyertakan Pasar Kumbasari sebagai salah satu lokasi tujuan, secara tidak langsung akan mempromosikan potensi ekonomi kreatif Kota Denpasar.

“Ada berbagai macam produk kerajinan Kota Denpasar yang memiliki ciri khas. Seperti aneka kain endek, sandal, dan lainnya,” kata Sagung Antari.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana mengungkapkan, pada setiap gelaran Rakerkomwil IV APEKSI, Ladies Program merupakan agenda wajib yang harus selalu ada. Selain sebagai ajang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antarkota, acara ini juga sekaligus menjadi momentum untuk saling bertukar pengalaman dan juga informasi seputar program penunjang pembangunan.

“Salah satunya adalah program kerajinan, kesenian, dan ekonomi kreatif yang biasanya dikomandoi oleh istri para kepala daerah. Tentu semangat ini yang kita usung, agar sinergi dan kolaborasi antarkota semakin erat,” katanya.(HumasDps/Win/JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button