HUT Ke-54 ST Widya Dharma Pecatu, Pemuda Didorong Jadi Penjaga Pariwisata Budaya Badung
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama anggota DPRD Kabupaten Badung Made Sumerta dan Tommy Martana Putra menegaskan pentingnya peran Sekaa Teruna dalam menjaga adat, budaya, dan regenerasi kepemimpinan daerah.

BADUNG, jarrakposbali.com – Wantilan Murdha Ulangun, Desa Adat Pecatu, dipenuhi semangat generasi muda yang datang membawa satu energi yang sama, menjaga akar budaya Bali tetap hidup di tengah denyut pariwisata dunia.
Perayaan Hari Ulang Tahun Ke-54 Sekaa Teruna Widya Dharma Banjar Tengah Pecatu bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi ruang pertemuan antara tradisi, solidaritas, dan harapan akan masa depan Badung yang tetap berkarakter budaya.
Momentum ini terasa semakin bermakna karena berlangsung bertepatan dengan suasana Hari Kebangkitan Nasional. Di tengah gemerlap kawasan pariwisata Kuta Selatan, pesan tentang pentingnya menjaga identitas budaya justru terdengar semakin kuat.
Dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Badung Made Sumerta dan Tommy Martana Putra turut mendampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyaksikan langsung pelantikan pengurus baru ST Widya Dharma Periode 2026–2029.
Kehadiran para tokoh daerah di tengah generasi muda Pecatu memperlihatkan bahwa keberlangsungan adat Bali tidak hanya bertumpu pada desa adat, tetapi juga pada keterlibatan aktif para pemuda yang tumbuh di lingkungan pariwisata internasional.
“Sekaa Teruna harus menjadi motor penggerak pelestarian adat dan budaya Bali. Pecatu memiliki daya tarik wisata dunia yang lahir dari kekuatan tradisi dan kearifan lokal masyarakatnya,” ujar I Wayan Adi Arnawa.
Yang menarik, dalam arahannya Bupati Adi Arnawa juga menempatkan organisasi kepemudaan desa sebagai ruang belajar sosial yang sangat penting. Sekaa Teruna dinilai menjadi tempat pertama bagi anak muda untuk mengenal tanggung jawab, solidaritas, hingga kepemimpinan.
Di banyak kasus, organisasi berbasis adat seperti ini sering kali menjadi tempat lahirnya figur yang nantinya tumbuh menjadi penggerak masyarakat. Karena itu, keberadaan Sekaa Teruna dipandang bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjaga kesinambungan kepemimpinan daerah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Perbekel Desa Pecatu Made Karyana Yadnya serta tokoh masyarakat Badung yang juga mantan Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa.
“Dari organisasi tingkat desa inilah calon pemimpin masa depan bisa tumbuh. Gunakan wadah ini untuk belajar, memperkuat persaudaraan, dan terus berinovasi,” tambah I Wayan Adi Arnawa.
Perayaan HUT Ke-54 ST Widya Dharma Pecatu pada akhirnya menjadi pengingat bahwa kekuatan Bali tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada generasi mudanya yang tetap menjaga nilai adat di tengah perkembangan zaman. Dari wantilan desa, semangat menjaga budaya itu terus dirawat, perlahan namun konsisten, menjadi fondasi penting bagi wajah pariwisata Badung ke depan.
Pemuda Pecatu kembali menegaskan perannya sebagai penjaga budaya Bali. HUT Ke-54 ST Widya Dharma menjadi momentum kebangkitan generasi muda menjaga adat, solidaritas, dan masa depan pariwisata budaya Badung.(JpBali).



