Wabup Tjok Surya Belajar ke Obelix Hills, Siapkan Wajah Baru Pariwisata Klungkung

YOGYAKARTA, jarrakposbali.com – Langit senja Yogyakarta perlahan berubah jingga ketika Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra melangkah menyusuri kawasan Obelix Hills, Sabtu (23/5/2026).
Dari atas perbukitan yang dipenuhi spot foto artistik dan tata cahaya modern itu, satu hal tampak jelas. Pariwisata hari ini bukan sekadar menjual pemandangan, tetapi bagaimana sebuah tempat mampu menghadirkan pengalaman yang membuat wisatawan ingin tinggal lebih lama.
Didampingi Sekda Klungkung Anak Agung Lesmana serta Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Klungkung Tjokorda Gde Romy Tanaya, kunjungan tersebut menjadi langkah studi amati, tiru, dan modifikasi atau ATM untuk mencari inspirasi baru pengembangan destinasi wisata di Klungkung, khususnya Nusa Penida.
Di banyak daerah, lanskap alam sebenarnya sudah lebih dulu indah. Yang sering kali menjadi pembeda justru cara sebuah destinasi membangun cerita, kenyamanan, dan pengalaman visual bagi pengunjung. Hal itu yang diamati langsung oleh Wabup Tjok Surya saat berkeliling area wisata Obelix Hills.
Mulai dari penataan ruang terbuka, titik swafoto dengan latar perbukitan, hingga konsep pertunjukan visual yang menyatu dengan suasana alam, seluruh detail dinilai mampu menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan generasi muda maupun keluarga.
“Jadi Klungkung, khususnya wilayah Nusa Penida dan daratan, memiliki potensi alam yang luar biasa indahnya. Melalui kunjungan ke Obelix ini, kita melihat bagaimana sebuah lanskap alam dipadukan dengan kenyamanan fasilitas modern, spot foto yang instagramable, serta manajemen visual yang apik. Ini menjadi referensi berharga yang bisa kita adaptasi di Klungkung,” ujar Tjokorda Gde Surya Putra.
Yang menarik, kunjungan ini tidak hanya berbicara tentang estetika destinasi wisata. Pemerintah Kabupaten Klungkung juga melihat peluang yang lebih luas, mulai dari penguatan ekonomi kreatif, peningkatan lama tinggal wisatawan, hingga terbukanya ruang usaha baru bagi masyarakat lokal.
Nusa Penida selama ini dikenal memiliki panorama alam kelas dunia. Pada akhirnya, tantangan berikutnya adalah menghadirkan destinasi yang memiliki identitas kuat, nyaman dikunjungi, aktif di media sosial, dan mampu membangun pengalaman wisata yang berkesan.
“Pemkab Klungkung berkomitmen terus mendorong pelaku industri kreatif dan pariwisata agar lebih inovatif. Kami ingin menghadirkan destinasi yang ramah keluarga, disukai generasi milenial, sekaligus mampu meningkatkan PAD dan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” imbuhnya.
Kunjungan ke Obelix Hills itu seakan menjadi gambaran kecil tentang arah baru pariwisata Klungkung. Sebuah pendekatan yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga sentuhan kreativitas, pengalaman visual, dan pengelolaan destinasi yang lebih hidup mengikuti cara wisatawan menikmati perjalanan hari ini.
Sering kali, ide besar lahir dari perjalanan singkat. Dan dari perbukitan Yogyakarta itu, Klungkung tampaknya sedang menyiapkan cerita baru untuk masa depan pariwisatanya.(JpBali).



