BangliBeritaPariwisatawisata

Apresiasi untuk De Blauwe Vogel di Desa Undisan

BANGLI, jarrakposbali.com – Suasana Desa Undisan pada Senin 2 Febroari 2026, terasa lebih hidup. Di antara rumah tradisional dan aroma bambu basah, berlangsung penyerahan penghargaan bagi De Blauwe Vogel, agen perjalanan asal Belgia yang sejak beberapa tahun terakhir ikut memperkenalkan Bangli ke pasar Eropa.

Momen ini diprakarsai oleh Putu Winastra, pemilik De Umah Bali Eco Tradi Home, sebagai bentuk terima kasih atas kolaborasi yang tumbuh dari pertemuan sederhana pada akhir 2022.

Pemberian penghargaan kepada De Blauwe Vogel yang diserahkan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bali

Perjalanan kerja sama ini berawal dari ajakan Winastra yang melihat peluang desa untuk berkembang melalui wisata berbasis budaya.

“Alangkah terkejutnya mereka setelah kami pertunjukan pementasan budaya yang ada di desa kami,” ujar Winastra yang masih mengingat jelas respons tamu pertamanya dari Belgia.

Dalam cerita Winastra, ada satu keputusan yang ia ambil dengan penuh keberanian. Ia sempat memberi jaminan pribadi kepada pemilik agen bahwa seluruh pengalaman di Undisan akan memuaskan.

“Sampai begitu saya memberikan garansi kepada pemilik De Blauwe Vogel. Jika tidak puas, uang tamu saya kembalikan,” ucapnya.

Rangkaian aktivitas desa mulai dari melukat, menanam padi, membuat canang, hingga belajar tari dan gamelan menjadi paket yang dilalui wisatawan selama tiga hari. Imersi budaya seperti itu kadang menjadi penentu apakah sebuah destinasi mampu menyentuh hati pengunjung.

“Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat produk Bangli sebagai salah satunya,” jelas Winastra.

Produk wisata itu mulai dipasarkan pada 2023. Minat wisatawan Eropa tumbuh stabil dan membawa desa pada arus kunjungan yang lebih konsisten.

“Bahkan mereka sampai mendatangkan influencer untuk mencoba langsung kegiatan ini,” kata Winastra.

Sejak promosi dilakukan lebih intensif, jumlah kunjungan naik signifikan. Pada 2025 tercatat hampir delapan ratus wisatawan mengikuti paket Undisan, dan target untuk 2026 diproyeksikan mendekati seribu orang.

“Jadi kami memberikan apresiasi karena destinasi ini terurus dengan baik dan mereka ikut menjaga ceritanya,” tegas Winastra.

Kunjungan De Blauwe Vogel kali ini juga menghadirkan Julian Comminos, Chief Financial Officer perusahaan. Ia mengamati proses para pengrajin yang bekerja dengan ritme yang diwariskan dari generasi sebelumnya.

“Sentuhan lokal memberi identitas yang tidak bisa diciptakan lewat teknologi saja,” ujar Julian saat memegang salah satu karya yang mengingatkannya pada nilai kesabaran dalam proses kreatif.

Julian Comminos, Chief Financial Officer, De Blauwe Vogel

Komentar Julian sering dianggap sebagai bentuk pengakuan penting bagi pelaku UMKM. Ada rasa dihargai ketika kerja keras mereka dipahami oleh orang yang datang dari industri global.

“Momentum seperti ini biasanya berujung pada kolaborasi yang lebih sehat, karena berangkat dari penghargaan terhadap proses, bukan hanya hasil,” katanya.

Pada akhirnya, apresiasi yang diberikan di Desa Undisan ini terasa sebagai pengingat bahwa perjalanan pariwisata selalu berawal dari hubungan manusia. Desa mendapatkan mitra yang peduli, wisatawan memperoleh pengalaman yang jujur, dan budaya lokal tetap hidup di tengah perubahan. Momen kecil seperti ini sering berkembang menjadi cerita panjang yang terus menguatkan desa sebagai ruang belajar dan perjumpaan.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button