
SINGARAJA, jarrakposbali.com – Empat orang perbekel (kepala desa) di Kabupaten Buleleng maju dalam pertarungan legislatif di Pemilu 2024 lewat PDI Perjuangan.
Mereka antara lain I Kadek Sara Adnyana (Perbekel Desa Patas), I Ketut Winaya (Perbekel Desa Patemon), I Ketut Kusuma Ardana (Perbekel Desa Bungkulan), dan Dewa Komang Yudi Astara (Perbekel Desa Tembok).
Keempat orang ini tampak dalam pendaftaran calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan Buleleng pada hari Kamis, 11 Mei 2023 pukul 08.00 WITA di Kantor KPU Buleleng.
Mereka siap bertarung di dapil masing-masing. Sara Adnyana di dapil Buleleng 5 (Kecamatan Gerokgak), Winaya di dapil Buleleng 6 (Kecamatan Seririt), Kusuma Ardana di dapil Buleleng 2 (Kecamatan Sawan), dan Dewa Yudi di dapil Buleleng 4 (Kecamatan Tejakula).
Siap berkarya
I Kadek Sara Adnyana mengaku bahwa majunya ia menjadi caleg memberinya kesempatan untuk berkarya dan mengabdi secara luas di daerahnya. Apalagi saat ini dapil sudah berubah menjadi per kecamatan.
Sara Adnyana berharap mendapat dukungan dari masyarakat Kecamatan Gerokgak, terlebih di Desa Patas yang memiliki banyak pemilih, diimbangi dengan pemilih di desa lainnya.
“Sekarang berkesempatan untuk berkarya lebih luas di kecamatan, apalagi dapilnya kini per kecamatan,” ujarnya saat ditemui saat pendaftaran caleg di KPU Buleleng pada hari Kamis, 11 Mei 2023 pukul 08.00 WITA.
Sambil bergurau, Sara Adnyana menjelaskan bahwa persiapannya untuk menghadapi pertarungan legislatif nanti yakni dengan bangun pagi dan berolahraga. Namun dengan tegas, Perbekel Desa Patas itu menargetkan diri untuk menang dengan hasil maksimal.
“Target harus menang, semaksimal mungkin, lebih besar lebih baik,” singkatnya.

Sedangkan Dewa Komang Yudi Astara menjelaskan bahwa kesamaan tujuan dan ideologi politik, membuatnya menjatuhkan pilihan partai politik ke PDI Perjuangan.
Dewa Yudi menambahkan, solidnya partai dari tingkat atas sampai bawah, serta kokohnya mereka menghadapi dinamika politik, membuat PDI Perjuangan menjadi partai yang teruji dan terbukti.
Selain itu, integritas dan konsistennya partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini pun menjadi salah satu faktor bergabungnya putra Dewa Putu Cakra.
“Tiang (saya) secara pribadi ini punya banyak persamaan dengan ideologi PDI Perjuangan. PDIP partai yang sangat teruji secara kapasitas dan kredibilitas,” ujarnya.
Terkait dukungan dari orang tua yang berbeda partai politik, Dewa Yudi menjelaskan bahwa di antara mereka tidak ada masalah dan saling mendukung.
Kini, Dewa Yudi mengatakan akan berusaha maksimal untuk membantu dapil Tejakula untuk mendapatkan dua kursi di DPRD Buleleng.
“Sebagai orang tua pasti mendukung. Masalah di internal tidak ada. Sudah clear semua,” lanjutnya lagi.
Tegaskan caleg yang pilih PDI Perjuangan
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Buleleng, Putu Agus Suradnyana; menegaskan bahwa keempat perbekel ini tertarik dan mendaftar langsung.
Agus Suradnyana yang juga mantan Bupati Buleleng periode 2012-2022 itu menegaskan tidak ada memilih atau mengajak mereka, namun mereka datang dan mendaftar sendiri.
“Kita tidak memilih, tidak mengajak tapi mereka mendaftar. Kan ada persyaratannya di KPU,” tegas pria yang akrab dengan sebutan PAS itu. (fJr/JP)



