BeritaDenpasar

Pelantikan Enam Pejabat Tinggi Pratama, Koster Tekankan Kerja Fokus dan Cepat

DENPASAR, jarrakposbali.com – Pelantikan pejabat sering kali menjadi momen yang memperlihatkan arah kebijakan sebuah pemerintahan. Pelantikan enam Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemprov Bali pada Selasa 3 Januari 2026 pagi terasa seperti penguatan ritme kerja yang ingin dicapai Gubernur Wayan Koster di awal tahun.

Acara berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, di mana setiap nama yang dipanggil mencerminkan perpindahan tugas maupun promosi yang sudah lama melalui proses administrasi dan penilaian kinerja.

Daftar pejabat yang dilantik cukup beragam. Ada yang berpindah posisi dari dinas strategis, ada pula yang naik dari jabatan administrator. Dr. Drs. I Made Rentin menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan dan Masyarakat.

Ia sebelumnya memimpin Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Posisi itu kini diisi oleh I Made Dwi Arbani yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra.

Pergantian lain menyentuh sektor hukum dan kebudayaan. Ida Bagus Gede Sudarsana kini dipercaya sebagai Inspektur Daerah. Di bidang Kebudayaan, posisi Kepala Dinas ditempati Ida Bagus Alit Suryana, yang selama ini bergelut dengan urusan tradisi dan warisan budaya.

Sementara itu Ngurah Satria Wardana mengisi kursi Kepala Biro Hukum, dan I Made Suparta menempati jabatan Kepala Biro Pemerintahan dan Kesra. Banyak dari mereka yang naik setelah bertahun-tahun bekerja dalam struktur birokrasi Pemprov Bali.

“Saya ingin mereka bergerak cepat, bekerja dengan fokus, tulus dan lurus sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujar Gubernur Koster usai pelantikan.

Koster memberi sinyal bahwa periode keduanya ingin dijalani dengan ritme kerja yang lebih terarah. Ia menyebut perlunya stabilitas birokrasi, terutama karena perangkat daerah menjadi penopang utama agenda pembangunan. Kadang keputusan seperti rotasi jabatan muncul dari kebutuhan untuk menyelaraskan kinerja dan kompetensi, terutama saat menghadapi isu yang berkembang di lapangan.

“Pengisian pejabat harus sesuai sistem merit, sesuai prestasi, kompetensi dan pengalaman,” ucapnya. Ia menyinggung pula kondisi kesehatan Made Rentin yang saat ini membutuhkan perhatian, sehingga diberi ruang untuk pemulihan.

Pelantikan hari itu terasa seperti penataan ulang yang wajar dalam sebuah institusi besar. Suasana hangat antarpejabat memperlihatkan kesiapan mereka memulai peran baru. Pada akhirnya publik akan menilai dari kinerja yang terlihat sepanjang tahun, terutama di bidang lingkungan hidup, layanan publik, serta penguatan tata kelola pemerintahan yang menjadi fokus Gubernur Koster.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button