Berita

Harmoni Warga Banjar Kerobokan, Ngenteg Linggih di Pura Begawan Penyarikan

Wabup Badung Bagus Alit Sucipta hadir bersama tokoh masyarakat, serahkan dukungan dana untuk kelancaran karya yadnya.

jarrakposbali.com, BADUNG – Suasana khidmat menyelimuti Pura Begawan Penyarikan, Banjar Kerobokan, Desa Munggu, Mengwi, Badung, Minggu (7/9). Ratusan warga berkumpul untuk melaksanakan karya Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Penyegjeg dan Pengenteg Medasar antuk Caru Rsi Gana dan Caru Manca Kelud.

Upacara suci ini menjadi momentum kebersamaan, dimana seluruh masyarakat banjar bergotong royong mewujudkan yadnya sebagai ungkapan bhakti.

Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta tampak hadir menyatu dengan masyarakat, bersama jajaran DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Bali, DPRD Badung, serta perangkat desa dan tokoh masyarakat.

“Kami hadir melaksanakan persembahyangan untuk ikut serta ngrastiti bhakti. Semoga karya ini berjalan lancar dan sempurna sehingga masyarakat semua gemah ripah loh jinawi,” ujar Wabup penuh harap.

Tak hanya memberikan doa, Wabup juga menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 25 juta sebagai wujud dukungan nyata. Bantuan serupa juga datang dari anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi Bali, dan DPRD Badung.

Kehadiran para pejabat ini menambah semangat masyarakat untuk menjaga kebersamaan dalam yadnya.

“Balai banjar ini kita jadikan pusat peradaban, tempat berkumpul masyarakat untuk kegiatan seni, tradisi, dan budaya. Pemerintah juga menyiapkan program Bimbingan Belajar Bahasa Inggris bagi generasi muda di banjar, karena Badung PAD-nya bersumber dari pariwisata,” jelasnya.

Manggala Karya I Made Suada menyambut hangat kehadiran Wabup dan jajaran. Ia menyebutkan bahwa terlaksananya upacara ini tidak lepas dari sinergi masyarakat dan dukungan Pemkab Badung, yang sebelumnya telah membantu pembangunan balai banjar dan pura.

“Upacara ini terlaksana atas kesepakatan masyarakat. Kami bersyukur karena bangunan balai banjar dan Pura Begawan Penyarikan rampung dengan bantuan dana Rp 3 miliar dari Pemkab Badung. Kami masih berharap pemerintah terus mendukung karena ada tiga pura lain yang belum tersentuh bantuan,” ungkapnya.

Karya Ngenteg Linggih di Banjar Kerobokan bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan perwujudan kebersamaan dan komitmen menjaga tradisi. Kehadiran pemerintah daerah yang turut mendukung mempertegas bahwa yadnya adalah bagian dari pembangunan, bukan hanya spiritual, tetapi juga sosial dan budaya.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button