Wayan Koster Bangun Ruang Dialog Bersama Media
Gubernur Bali ajak insan pers mengawal Haluan Bali 100 Tahun

DENPASAR, jarrakposbali.com – Kawasan Jayasabha sore itu terasa lebih cair dari biasanya. Tidak ada jarak formal yang menonjol, hanya percakapan ringan yang tumbuh di antara meja-meja panjang dan wajah-wajah yang akrab dengan ritme pemberitaan Bali. Di Gedung Kertasabha, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut langsung awak media cetak, elektronik, dan online dalam suasana ramah tamah yang sengaja dirancang sederhana,Minggu (4/12/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog yang berjalan alami. Obrolan mengalir dari hal-hal teknis hingga refleksi tentang arah pembangunan Bali ke depan. Diskusi tidak berhenti pada agenda jangka pendek, tetapi bergerak pada peran media sebagai mitra strategis dalam mengawal implementasi Haluan Bali 100 Tahun. Kadang, Koster menjelaskan kebijakan yang tengah berjalan. Di waktu lain, ia menyimak pengalaman jurnalis yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan dinamika masyarakat.
Bagi Pemerintah Provinsi Bali, pertemuan ini menjadi ruang temu antara kebijakan dan realitas lapangan. Media dipandang tidak sekadar sebagai penyampai informasi, tetapi bagian dari ekosistem yang menjaga kesinambungan gagasan pembangunan Bali agar tetap relevan dan berpijak pada nilai lokal.
Ruang pertemuan itu juga dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I.B. Surya Manuaba, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali Gede Pramana. Para pimpinan redaksi media cetak, elektronik, dan online duduk berdampingan, membawa perspektif dan pengalaman panjang membaca denyut isu publik Bali.
Dalam suasana yang mengalir, Koster menyampaikan apresiasi kepada insan pers. Ia menyinggung bagaimana media selama ini menjadi penghubung penting antara kebijakan pemerintah dan pemahaman masyarakat. Program-program pembangunan, menurutnya, sering kali menemukan maknanya ketika disampaikan melalui kerja jurnalistik yang konsisten dan bertanggung jawab.
“Media memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan kepada masyarakat apa yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Bali. Berkat dukungan media, berbagai program dapat tersosialisasi dengan baik,” ujar Koster.
Koster juga mengungkapkan bahwa selama lebih dari sepuluh bulan terakhir, ia belum sempat melakukan pertemuan langsung dengan awak media. Ritme kerja pemerintahan dan agenda lapangan membuat silaturahmi tatap muka menjadi sesuatu yang tertunda. Meski demikian, komunikasi tidak pernah benar-benar terputus.
Dalam pengamatannya, media tetap hadir secara konsisten mengawal berbagai program pembangunan. Pemberitaan melalui beragam platform media massa menjadi jembatan yang menjaga agar kebijakan pemerintah tetap sampai ke masyarakat, sering kali dengan konteks yang dekat dengan keseharian warga.
Ketika menyinggung tahun 2025, nada penjelasan Koster terdengar terukur. Seluruh program dan kebijakan yang dilaksanakan pada tahun tersebut diposisikan sebagai landasan awal Haluan Bali 100 Tahun. Kerangka ini dirancang sebagai arah besar pembangunan Bali sekaligus pedoman dalam penyusunan agenda pembangunan lima tahun mendatang.
Arah pembangunan Bali ke depan ditujukan untuk mewujudkan daerah yang tumbuh kuat, berkembang, dan memiliki daya saing global. Pada saat yang sama, nilai-nilai kearifan lokal tetap menjadi pijakan utama, sehingga kemajuan yang dicapai tidak terlepas dari identitas budaya Bali.
“Bali memiliki warisan yang sangat berharga untuk diteruskan kepada generasi sekarang dan generasi mendatang. Pembangunan yang kami lakukan bukan hanya membangun secara fisik, tetapi membangun sebuah peradaban,” tegasnya.
Menjelang akhir pertemuan, Koster menekankan bahwa pelaksanaan Haluan Bali 100 Tahun perlu segera dimulai agar menjadi pemahaman bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap sinergi dengan media massa dapat terus terjalin dengan baik demi kelancaran pelaksanaan program pembangunan Bali ke depan.
Pertemuan ditutup dengan ungkapan terima kasih dari Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Bali atas dedikasi serta kontribusi insan pers selama ini. Suasana penutup terasa hangat dan bersahaja, menegaskan bahwa hubungan antara pemerintah dan media bukan sekadar kerja formal, melainkan proses bersama dalam menjaga arah perjalanan Bali ke masa depan.(JpBali).



