WCH Royal Summit ke-8 Hadir di Bali
Para pemimpin dunia berkumpul, galang dukungan untuk kemanusiaan

DENPASAR , jarrakposbali.com – Bali kembali menjadi panggung pertemuan penting dunia. Dalam suasana hangat dan penuh semangat, para bangsawan, pemimpin tradisional, pejabat tinggi, dan tokoh-tokoh visioner dari berbagai negara bersiap menghadiri WCH Royal Summit ke-8 pada 12–13 November 2025.
Undangan terhormat ini datang langsung dari We Care for Humanity (WCH), Royal Maharlika, dan Kesultanan Magindanaw.
Tahun ini, acara akan digelar di UC Silver and Gold Gallery and Museum, Denpasar, sebuah lokasi yang menyatu dengan keindahan seni dan budaya Bali.
Di balik persiapan besar ini, sosok Marsekal Muda TNI (Purn) Dr. I Nyoman Trisantosa menjadi figur penting. Sebagai Ketua Panitia Regional Bali.
Ia menyampaikan betapa besarnya kehormatan yang dirasakan seluruh tim dalam menyambut para tamu agung dari berbagai negara.
“Kami merasa sangat terhormat dapat menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin dan visioner dari berbagai penjuru dunia,” ujarnya saat dihubungi, Senin (10/11).
Menurut Trisantosa, forum ini bukan sekadar ajang seremonial. Di balik kemegahan pertemuan, ada misi kemanusiaan yang kuat.
Para pemimpin tradisional akan membahas isu-isu mendesak yang menyentuh kehidupan banyak orang, terutama yang berkaitan dengan anak-anak dan kelompok rentan.
“Misi mulia kita adalah mempertemukan para pemimpin tradisional untuk membahas isu-isu kemanusiaan, dan seluruh hasil kegiatan akan disalurkan kepada Bali Care for Cancer Kids Foundation,” jelasnya.
Selain itu, para delegasi juga akan mengunjungi panti asuhan dan sekolah bagi anak-anak penyandang disabilitas di Denpasar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian proyek global WCH yang terus mendorong aksi nyata di berbagai negara.
“Tujuan lain dari pertemuan ini adalah memperkenalkan keindahan dan kekayaan budaya Bali dan Indonesia yang tiada duanya,” tambahnya.
Ia juga mengatakan bahwa, di tengah dinamika dunia yang terus berubah, WCH Royal Summit ke-8 di Bali hadir sebagai ruang dialog dan kolaborasi.
Melalui momen ini, para pemimpin berharap dapat menumbuhkan semangat saling memahami dan membangun kerja sama yang lebih kuat.
Bali, dengan segala kehangatan budayanya, menjadi tempat yang tepat untuk merajut harapan demi masa depan yang lebih baik bagi umat manusia.(JpBali).



