
KARANGASEM,JARRAKPOSBALI.com | semakin meningkatnya jumlah terkonfirmasi positif diwilayah Bali dan terkhusus di Karangasem. Pemerintah melalui lembaga TNI-Polri terus berupaya mencari pola-pola yang akan dilaksanakan dalam menekan laju perkembangan Covid-19. Kamis, 29 Juli 2021.
Bertempat di ruang Aula Kodim 1623/Karangasem telah berlangsung Rapat Koordinasi tentang Tracer, Pelaksanaan Tracing dan Isolasi terpusat, yang di hadiri oleh Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf. Bima Santosa, Waka Polres Karangasem Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya, S.H.,S.IK.,M.H, Kapolsek Karangasem Kompol I Wayan Suberata, SH., Danramil Karangasem Kapten Inf. Arif Budi Santosa, Kalak BPBD Kabupaten Karangasem Ida Ketut Arimbawa, S.Sos, M.Si. dan Kadis Kesehatan Karangasem yang di wakili oleh Kabid Pelayanan I Ketut Subawa.

Dalam Rapat Koordinasi melalui Zoom metting, Pangdam IX/Udayana mengajak jajaran untuk menyepakati bersama bahwa covid-19 sampai saat ini belum ada obatnya yang paten bisa menyembuhkan dengan tuntas secara menyeluruh.
Untuk mengatasi penularan Covid -19 kami mempunyai 2 (dua) bagian yaitu dengan cara meningkatkan imun tubuh seperti vaksin dan mengkomsumsi vitamin.
Mari kita bersama segera bergerak untuk mencegah penularan covid -19, jika kita terlambat maka penyebaran covid-19 akan semakin melonjak, Isolasi terpusat di masing-masing wilayah sudah berjalan dengan baik, namun perlu di tingkatkan kembali karena masih banyak masyarakat yang OTG yang melaksanakan isolasi mandiri.
Di beberapa wilayah ada yang melaksanakan isolasi mandiri dan meninggal di tempat, maka dari pengalaman tersebut apabila di wilayahnya masih ada yang melaksanakan isolasi mandiri (isoman) agar di arahkan ke isolasi terpusat, dan saat ini yang berkembang adalah klaster keluarga.
Dandim dan Kapolres agar lebih jeli pisahkan orang tanpa gejala (OTG) dan orang dengan gejala (ODG) dan yang sakit, laksanakan pelayanan kesehatan dan kontrol obat dengan baik, kita terus edukasi mereka bagi yang sakit apakah mau di rawat di rumah sakit atau isolasi terpusat, mengenai mekanisme Testing, Tracing, dan Isoter, untuk pelaksanaan tracing agar tim mengumpulkan hasil PCR, kemudian data dari hasil PCR di kirim ke Kodim dan Polres, yang perlu di perbaiki saat ini yaitu tentang Kormobid kalau penanganannya terlambat maka bisa meninggal, tetapi yang tidak kormobid 95% pasti sembuh, “Papar Pangdam.

Pada Kesempatan tersebut Karo Ops Polda bali menyampaikan dalam rapat, “Kami sudah menyiapkan tenaga tracker dari Bintara remaja, dan kami juga sudah menambah tenaga tracker dari anggota Polri yang tersebar di wilayah sebanyak 263 personil, disamping itu kami juga sudah mencantumkan nomer telepon Bhabinkamtibmas, Bhabinsa dan Dinas Kesehatan di tempat Isolasi Mandiri (Isoman)”, Ujar Karo Ops Polda Bali.
Kalaksa BPBD provinsi Bali juga menyampaikan, “kami selaku BPBD se Provinsi Bali siap untuk mendukung program yang di pimpin oleh Kodam IX/Udayana“, ujarnya singkat.
Kesimpulan dan Penekanan Pangdam IX/Udayana dalam rapat koordinasi ini yakni “isolasi mandiri kurang maksimal bahkan cendrung bisa menularkan kepada keluarganya, jadi apabila di ilayahnya masih ada yang isoman maka segera giring ke Isolasi terpusat.
Tim tracer harus punya kemampuan swab, jadi para Dandim dan Kapolres agar memerintahkan kepada tim tracer supaya bisa melaksanakan swab, pada saat menjemput warga yang positif agar menyiapkan sembako, Dandim dan Kapolres agar mengkonsepkan kembali terkait dengan tim tracer, supaya lebih detail, tidak ribet dan terpusat, kita sepakati bahwa tidak ada yang menyelesaikan permasalahan covid -19, namun paling tidak kita berbuat supaya bisa menekan penularan, “Ujar Pangdam memberikan penekanan.
Usai memberikan kesimpulan rapat koordinasi Pangdam IX/Udayana meninggalkan tempat, selanjutnya kegiatan vicon dipimpin Kasdam IX/Udayana.
Paparan dari masing-masing Dandim, Kapolres, Danramil, dan Kapolsek terkait pelaksanaan tracing, isolasi terpusat, dan kendala yang di hadapi terkait pelaksanaan tracing, dan isolasi terpusat.
Kasdam IX/Udayana menjabarkan dan memberi penekanan yaitu upayakan mengutamakan isolasi terpusat bagi warga yang positif covid-19, namun apabila ada warganya yang positif covid -19 dan memenuhi kriteria untuk isolasi mandiri seperti contoh dalam kondisi hamil dll, maka silahkan diisolasi mandiri.
Tim tracer ada 4 pilar yaitu Babinsa, Babhinkamtibmas, Bidan dan dari Desa, karena situasi tertentu bisa saja tidak lengkap jadi kita harapkan di tiap-tiap tim tracer ada yang bisa melaksanakan swab sehingga bekerja efektif“, tegasnya.
Terkait kontak erat yaitu orang yang pernah kontak dengan terkomfirmasi (positif covid-19) seperti keluarganya dan orang yang bekerja dengannya, keselamatan tim tracer harus betul-betul diperhatikan dengan menggunakan APD.
Covid-19 bukan penyakit biasa bagi orang yang tidak pernah terjangkit, namun jangan membuat covid-19 ini menjadi trauma, untuk besok masing-0masing Asops Kodim dan Polres agar memaparkan penanganan covid-19 di wilayahnya, masing-masing wilayah agar menambah tempat isolasi terpusat, karena saat ini penyebaran covid -19 terus meningkat, dan khusus untuk Badung, Denpasar, dan Tabanan, agar menambah Bad (tempat tidur) di tempat isolasi terpusat, Tambah Kasdam IX/Udayana mengakhiri Vicon. /je



