BadungBerita

Sekaa Arja Tuna Netra Badung Siap Bersinar di PKB

BADUNG, jarrakposbali.com – Di sebuah ruangan sederhana di Sekretariat DPC PERTUNI Kabupaten Badung, suara tembang Arja mengalun penuh penghayatan. Para seniman yang sebagian besar tidak dapat melihat dengan mata mereka, justru menghadirkan gambaran yang begitu jelas tentang semangat, ketekunan, dan kecintaan terhadap budaya Bali. Dari tempat itu, lahir sebuah pesan kuat bahwa seni tidak mengenal batas fisik.

Semangat itulah yang mendapat perhatian dan dukungan dari Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa. Pada Minggu (31/5), ia hadir langsung menemui para anggota Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Kabupaten Badung sekaligus menyerahkan bantuan berupa sembako dan dana operasional sebesar Rp10 juta untuk mendukung persiapan mereka tampil mewakili Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB).

Kehadiran Nyonya Rasniathi didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Plt. Camat Abiansemal, Yayasan Bunga Bali, serta tim Gerakan Badung Peduli. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Senyum para anggota sekaa tampak menyiratkan rasa syukur sekaligus semangat baru menjelang penampilan mereka di panggung kesenian terbesar di Bali tersebut.

“Saya sangat terharu dan bangga melihat semangat Bapak-Ibu sekalian. Apa yang Bapak-Ibu lakukan ini bukan hanya sekadar berkarya seni, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua. Dengan kemauan yang kuat, segala sesuatu dapat diwujudkan. Arja bukan sekadar hiburan, melainkan warisan budaya yang harus kita jaga, dan Bapak-Ibu telah membuktikan diri sebagai pelestari budaya yang luar biasa,” ujar Nyonya Rasniathi.

Menurutnya, apa yang dilakukan para seniman tuna netra ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sebuah pertunjukan seni. Di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi, mereka tetap konsisten berlatih, menghafal dialog, memahami karakter, dan menjaga kelestarian seni tradisi yang menjadi identitas masyarakat Bali.

Dukungan yang diberikan, lanjutnya, merupakan bentuk komitmen K3S Badung untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki ruang yang sama dalam berkarya dan berprestasi. Seni dan budaya, menurutnya, harus menjadi rumah bersama yang terbuka bagi siapa saja tanpa memandang kondisi fisik.

“Kami berharap Bapak-Ibu dapat tampil percaya diri, menunjukkan kemampuan terbaik, dan membuktikan kepada seluruh masyarakat Bali bahwa Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Badung memiliki kualitas seni yang sangat membanggakan. Kehadiran Bapak-Ibu di PKB juga membawa pesan penting tentang kesetaraan, keberanian, dan semangat pantang menyerah,” tambahnya.

Bagi para anggota sekaa, perhatian yang diberikan menjadi energi baru dalam menghadapi persiapan menuju PKB. Dukungan tersebut bukan hanya membantu kebutuhan operasional latihan, tetapi juga menghadirkan keyakinan bahwa karya mereka dihargai dan mendapat tempat di tengah masyarakat.

Ketua DPC PERTUNI Kabupaten Badung, Anak Agung Mayun, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan K3S Badung. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penyemangat besar bagi seluruh anggota yang selama ini berlatih dengan penuh dedikasi.

“Perhatian dan dukungan ini sangat berarti bagi kami. Ini menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus berlatih dan memberikan penampilan terbaik saat tampil di PKB nanti. Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya dan melestarikan budaya Bali,” ungkapnya.

Di tengah derasnya arus modernisasi, langkah para seniman tuna netra ini menjadi pengingat bahwa budaya tetap hidup karena ada orang-orang yang menjaganya dengan hati. Mereka mungkin tidak dapat menyaksikan gemerlap panggung dengan penglihatan, namun melalui semangat dan kecintaan terhadap seni, mereka mampu menghadirkan cahaya yang menginspirasi banyak orang.

Saat tirai PKB nanti terbuka, Sekaa Arja Duduk Tuna Netra Kabupaten Badung tidak hanya membawa sebuah pertunjukan. Mereka membawa cerita tentang keberanian, ketekunan, dan harapan. Sebuah kisah yang mengajarkan bahwa keterbatasan tidak pernah mampu membatasi semangat manusia untuk berkarya.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button