
JEMBRANA, jarrakposbali.com I Generasi muda atau kaum melenial di Bali, diharapkan mampu memperdayakan bahasa Bali untuk menguatkan budaya lokal.

Di dunia melenial ini yang dipenuhi dengan media sosial, generasi muda diminta untuk bijak bermedia sosial dan menggunakan media sosial sebagai sarana memberdayakan bahasa Bali yang halus dan benar.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, saat membuka Bulan Bahasa Bali IV 2022 di Gedung Kesenian IR Soekarno, Jembrana, awal pekan ini.
Pembukaan Bulan Bahasa Bali IV 2022 tersebut juga dihadiri oleh para pejabat teras di lingkungan Pemkab Jembrana, Penyuluh Bahasa Bali dari Disdikpora Provinsi Bali, Majelis Madia Kabupaten Jembrana, Majelis Desa Adat se-kecamatan yang ada di Jembrana dan Paiketan Krama Istri.
“Saya, minta kepada kaum meleneal di Bali, khususnya generasi di Jembrana agar dalam bermedsos berbagi menggunakan bahasa Bali. Tentunya bahasa Bali yang halus dan benar,” tegas Tamba.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tamba juga menyampaikan kepada Majelis Madia, Majelis Desa Adat se-kecamatan yang ada di Jembrana, akan pentingnya pelestarian serta mengajarkan Bahasa Bali yang baik dan benar kepada generasi penerus.
Ditegaskan pula oleh Bupati Tamba, bahwa warisan Budaya Bali harus dilestarikan. Serta Memberdayakan Bahasa Bali untuk penguatan kebudayaan lokal. Jangan sampai Bahasa Bali punah di rumah sendiri lantaran generasi tidak perduli dan gengsi berbahasa Bali.
Dalam pempringati Bulan Bahasa Bali IV 2022 yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 3 Februari tersebut juga diisi dengan berbagai perlombaan. Kegiatan perlombaan juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Lomba terdiri dari beberapa katagori, diantaranya nyurat Aksara Bali tingkat SD dengan jumlah peserta 25 orang.

Katagori Mesatue Bali dengan peserta lomba dari paiketan Krama Istri sebanyak 5 orang. Katagori Mapidarta Bahasa Bali dengan peserta lima orang Bendesa se-Jembrana dan katagori debat bahasa Bali yang diikuti oleh 36 orang pelajar SMA/SMK se-Jembrana serta katagori ngewacen Lontar diikuti 12 orang pelajar SMA/SMK di Jembrana.(ded)



