BeritaDaerah

Mantap! Peringati Bulan Bahasa Bali ke IV 2022, Desa Adat Bolongan Didaulat Jadi Tuan Rumah

TABANAN, jarrakposbali.com | Desa Adat Bolongan, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Tabanan melakasanakan kegiatan peringatan Bulan Bahasa Bahasa Bali ke IV, Minggu (13/2/2022).

Ditunjuknya Desa Adat Bolongan untuk menyelenggarakan peringatan Bulan Bahasa Bali ke VI tahun ini adalah sesuai arahan Gubernur Bali Wayan Koster. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak sekolah. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan tiap tahunnya. Kali ini kegiatan berlangsung di Bale Banjar Adat Bolongan, dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Kegiatan peringatan Bulan Bahasa Bali kali ini diikuti oleh empat Bendesa Adat se-Desa Babahan, yakni Desa Adat Babahan, Desa Adat Utu, Desa Adat Bolangan dan Desa Adat Dadia,” terang Bendesa Adat Bolongan, Minggu (13/2/2022)

Ditunjuknya Desa Adat Bolongan sebagai tuan rumah penyelengaraan peringatan Bulan Bahasa Bali kali ini adalah berdasarkan kesepakatan empat Bendasa Adat.

Terkait lomba-lomba yang digelar menurut Bendesa Bolongan, meliputi Wimbakara Nyurat aksara Bali, Ngewacen Aksara Bali, Nyatua Bali dan festival nembangan Pupuh Ginada “Toya Ening”.

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster, secara resmi membuka Bulan Bahasa Bali ke IV tahun 2022 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Centre, Denpasar pada Anggara Pon, Menail, Selasa (1/2/2022) sore lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Koster memaparkan, Bulan Bahasa Bali 2022 merupakan salah satu program prioritas pemerintah Provinsi Bali dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan pemajuan Bahasa, Aksara dan Sastra

Bali.

Dijelaskan, acara Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022 sendiri mengusung tema “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening” Air Sumber Pengetahuan, yang bermakna Bulan Bahasa Bali sebagai representasi pengetahuan yang mengalir tiada henti memancarkan kebajikan, kesejahteraan dan kemuliaan dunia.

Lantaran dilaksanakan pada masa pandemi, menurut Koster, peserta dan kegiatannya dibatasi dan harus dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Meskipun Bali masih diterjang pandemi Covid-19 seperti kondisi kini, usaha pelestarian dan pengembangan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali tidak boleh berhenti, karena tiga unsur inilah yang merupakan akar Kebudayaan Bali.

“Hanya dengan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali yang merupakan sari-sari

pemikiran para Leluhur dan Lelangit Bali, kita mampu memahami inti

Kebudayaan Bali sesungguhnya”, pungkasnya.(ded)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button