Nelayan di Jembrana Paceklik, Harga Ikan Melambung Tinggi

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Nelayan tradisional di Jembrana saat ini mengalami paceklik ikan. Sulitnya tangkapan ikan, membuat harga ikan saat ini melambung tinggi.
Sejak seminggu belakangan ini, sejumlah pengepul ikan di Jembrana sulit mendapatkan ikan dari nelayan setempat. Hal ini dikarenakan nelayan tradisional yang melaut hasil tangkapnya sangat sedikit.Bukan karena cuaca buruk, melainkan karena tidak ada musim ikan di perairan Jembrana.
“Saya sulit mencari ikan di Jembrana. Nelayan yang melaut rata-rata dapat ikan sedikit-sedikit. Katanya sih tidak ada musim ikan,” ujar Devi Anger, salah seorang pengepul ikan asal Desa Airkuning, Jembrana, Minggu (6/3/2022).

Menurutnya, kondisi itu telah terjadi sejak seminggu belakangan ini. Dirinya dan sejumlah pengepul ikan lainnya, terpaksa membeli ikan di sejumlah nelayan yang ada di Muncar, Jawa Timur.
“Ini yang membuat harga ikan di Jembrana melambung tinggi, karena kami beli di Muncar tidak langsung beli dari nelayan, tapi belinya dari belantik ikan,” imbuh Devi.
Menurut Devi, harga ikan jenis Tribang saat ini di Jembrana berkisar antara Rp 45 ribu sampai Rp 55 ribu per kilonya. Sedangkan sebelum paceklik, harga ikam jenis ini hanya Rp 30 ribu per kilonya.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Amsori, salah seorang nelayan di Jembrana. Menurutnya, nelayan tradisional di Jembrana sejak seminggu sulit mendapatkan ikan, karena memang tidak musim ikan saat ini.
Namun demikian, nelayan tradisional di Jembrana tetap melaut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, meskipun kadang ada nelayan yang merugi lantaran tidak mendapatkan tangkapan.
“Ya, mau bilang apa lagi. Ikan itu kan ada musimnya, kalau lagi tidak ada musim ikan, ya kanggokan saja cukup untuk dikonsumsi bersama keluarga. Syukur-syukur dapat lebih, bisa dijual dan harganya lumayan mahal,” pungkas Ansori ditemui di pantai Airkuning.(ded)



