
SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Gerakan TAPO (Tanah, Air, dan Pohon) lakukan penanaman 1.200 pohon yang terbagi atas 700 pohon aren dan 500 pohon ficus.
Gerakan TAPO ini melakukan aksinya di wilayah Kabupaten Buleleng.
Terbaru, Desa Pejarakan menjadi lokasi penanaman pohon ficus yang dilakukan pada hari Minggu, 6 Maret 2022.
[irp]Sebanyak 150 bibit pohon ficus ditanam di hutan produksi Desa Pejarakan yang merupakan wilayah Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD).
Tampak beberapa unsur komunitas hadir dalam kegiatan penanaman pohon ficus ini.
Mulai dari komunitas Pokdarwis Desa Pejarakan, Satgas Lingkungan Desa Pejarakan, dan LPHD.
Lalu ada Kayoman Pedawa, Bank Sampah Galang Panji, Koperasi Pangan Bali Utara, STAHN MPU KUTURAN dan Perumda Tirta Hita Buleleng.

โKegiatan ini tidak hanya sekedar penanaman, tetapi harus punya komitmen untuk merawat dan memastikan kalau pohon yg kita tanam hari ini bisa terus berkembang,” jelas Ketut Sarka, pengurus Pokdarwis Desa Pejarakan.
“Kami dari Pokdarwis dan pribadi, mengucapkan terima kasih banyak, atas kedatangan dan partisipasinya,โ lanjutnya lagi.
Lakukan Penanaman di Wilayah Lain
Acara ini telah dimulai sejak bulan Januari lalu, dengan total 1.200 bibit pohon ficus dan pohon aren berhasil ditanam.
Kedua jenis tanaman itu merupakan tanaman yang endemik di Kabupaten Buleleng.
Selain di Desa Pejarakan, kegiatan Gerakan TAPO ini juga sudah dilakukan di empat desa pada empat kecamatan di Kabupaten Buleleng.
Wilayah kecamatan yang sudah menjadi tempat penanaman pohon aren dan pohon ficus ini antara lain Kecamatan Sukasada, Kecamatan Banjar, Kecamatan Seririt, dan Kecamatan Gerokgak.
Sementara itu, desa yang telah dikunjungi dan dilakukan penanaman pohon yakni Desa Ambengan, 250 pohon aren dan 100 pohon ficus; dan Desa Sambangan, 100 pohon aren dan 200 pohon ficus.
Kemudian di Desa Pedawa, 130 pohon aren dan 50 pohon ficus; dan Desa Lokapaksa, 220 pohon aren.
[irp]Gerakan Kolaborasi Masyarakat Buleleng
Gerakan TAPO dibangun oleh berbagai kelompok masyarakat di Kabupaten Buleleng, atas dasar gerakan kesadaran bersama.
Merupakan bentuk kolaborasi dari berbagai elemen masyarakat yang bertujuan untuk kepedulian terhadap konservasi alam khususnya yang ada di Kabupaten Buleleng.
Kegiatan yang dilakukan dengan menanam berbagai jenis pohon yang memiliki kemampuan menahan air bawah tanah .
Seluruh bibit yang ditanam merupakan hasil sumbangan dari berbagai pihak yang diserahkan lewat Koperasi Pangan Bali Utara.
Tak hanya sebagai kolaborator, Koperasi Pangan Bali Utara juga bertugas untuk menyiapkan bibit dari para pembuat bibit yang ada di Buleleng.
[irp]Selain itu juga menerima donasi dan menyalurkan kepada kelompok masyarakat.
โKami Koperasi Pangan Bali Utara, mempunyai program tree adoption program yang berfokus pada konservasi alam. Program inilah yang kita kolaborasikan dengan kelompok masyarakat dengan nama Gerakan TAPO,โ terang Tobing Crysnanjaya, Ketua Koperasi Pangan Bali Utara.
Sebagai kolaborator, Koperasi Pangan Bali Utara cukup selektif dengan komunitas.
Ini karena komunitas yang diajak berkolaborasi harus memiliki komitmen untuk merawat bibit yang ditanam.
โKelompok atau komunitas masyarakat yang kita ajak kolaborasi ini, mempunyai kewajiban untuk melaporkan perkembangan bibit pohon yang ditanam, minimal enam bulan sekali,” tegas Tobing Crysnanjaya.
“Hal ini dilakukan agar Gerakan TAPO ini tidak sekedar sebagai gerakan seremonial tanam pohon. Kita akan tetap evaluasi nantinyaโ ujar Ketua Koperasi Pangan Bali Utara itu. (fJr/JP)



