Mahasiswa Papua Undiksha Ditemukan Tak Benyawa di Mess
Mengerang Tiga Kali Sebelum Meninggal

SINGARAJA, jarrakposbali.com – Seorang mahasiswa Papua Undiksha ditemukan tak bernyawa di dalam mess, sempat mengerang tiga kali sebelum meninggal.
Deonisius Cristedeligori (20), mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) asal Desa Kepi, Kecamatan Obaa, Kabupaten Pappi, Papua ditemukan tak bernyawa.
Deonisius ditemukan tak bernyawa di mess dalam kamar mess yang berlamat di Jalan Dewi Sartika Selatan No. 11B, Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan/Kabupaten Buleleng.
Berdasarkan penuturan teman sekamar korban, Dipen Wisal (19); sebelumnya korban masih melakukan aktivitas sehari-hari.
Malam harinya, pada Selasa, 27 Desember 2022 sekitar pukul 23.00 WITA korban sudah tertidur, dan terbangun menuju kamar mandi sekitar pukul 03.00 WITA lalu kembali tidur.
Namun pada pukul 07.57 WITA di hari Rabu, 28 Desember 2022, korban tiba-tiba mengerang sebanyak tiga kali, membuat Dipen kaget dan mendekati Deonisius.
Melihat korban yang sudah dalam keadaan lemas, Dipen lalu menghubungi teman-temannya yang lain di mess Undiksha.
“Sebelumnya sudah mengalami sakit selama dua minggu, tapi masih bisa melakukan aktivitas, dan tidak sempat periksa ke dokter,” ucap teman satu kamar korban itu.
Akan dipulangkan ke daerah asal
Ditemui di lokasi, Wakil Rektor III Undiksha, I Wayan Suastra; menyebutkan bahwa Undiksha akan membantu pemulangan jenazah.
Hal ini sesuai dengan permintaan dari pihak keluarga agar jenazah Deonisius dapat kembali ke rumahnya di Papua.
“Untuk pemulangan jenazah akan difasilitasi dan dibiayai langsung mulai dari autopsi sampai mengirimkan jenazah ke rumahnya,” ucapnya.
Ditemukannya korban dalam keadaan tidak bernyawa, membuat Suastra terkejut lantaran tidak mengetahui kalau korban sudah sakit sejak dua minggu lalu.
“Kita tidak tahu selama itu dia kuliah atau tidak karena tidak pernah ada informasi,” tambah Wakil Rektor III Undiksha itu.
Sementara itu, mendapati informasi adanya orang meninggal di mess Undiksha, membuat pihak kepolisian segera melakukan pemeriksaan.
Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Buleleng I, dr. Debora Asetha; korban diperkirakan meninggal sekitar dua jam lalu.
Selain itu, dalam pemeriksaan tidak ada tanda-tanda viral serta nihil reflek barang otak.
Tim Inafis Polres Buleleng juga melakukan olah tempat kejadian perkara di tempat meninggalnya mahasiswa semester tiga Program Studi Sejarah itu.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik PMI Buleleng menuju RSUD Buleleng untuk proses pemeriksaan.
“Sementara korban dibawa ke RSUD Buleleng untuk pemeriksaan luar dan dalam (Otopsi),” ucap Kapolsek Kota Singaraja, AKP Nyoman Pawana Jaya Negara. (fJr/JP)



