Mimih Dewa Ratu…! Direhab Menggunakan Dana Penepak Kulkul, Pasar Adat Melaya Kondisinya Mangkrak

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Sejumlah warga Desa Adat Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, belakangan ini mulai mempertanyakan keberadaan pasar Desa Adat Melaya.
Pasalnya pasar adat yang dibangun di dekat pasar senggol Melaya, tepatnya di sebelah Jembatan Melaya tersebut sejak lama mangkrak alias tak bertuan.
Sejatinya, awalnya pasar tersebut dibangun oleh Pemkab Jembrana untuk menampung para pedagang lokal. Namun belakangan direhab atau dirombak oleh desa adat yang digagas Bendesa Adat Melaya dengan menggunakan dana penepak kulkul sebesar Rp 85 juta.
Sayangnya, pasar tersebut malah mangkrak sehingga tidak ada kontribusi terhadap desa adat. Sehingga dana milik desa adat tersebut mubazir.
Warga juga menyebutkan, dalam proses pembangunannya, Bendesa Melaya tidak pernah menyampaikan melalui paruman. Bahkan sejumlah kelian adat juga tidak mengetahui rencana perehaban pasar tersebut.
Warga meminta agar Bendesa segera mengaktifkan kembali pasar tersebut sehingga dana desa adat yang sudah dikeluarkan bisa kembali.
“Bendesa harus bertanggungjawab, kasihan uang desa adat dibuang begitu saja. Pembangunannya juga tidak melalui paruman,” ujar sejumlah warga, Selasa (12/12/2023).
Terkait hal tersebut Bendesa Adat Melaya I Komang Suardita belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi melalui WhasApp yang bersangkutan tidak merespon.(ded)



