
JEMBRANA, jarrakposbali.com | Meskipun sedang melaksanakan cuti, Bupati Jembrana I Nengah Tamba ternyata sukses mendatangkan Ecowis (EW-100) langsung dari Korea.
Mesin pengolah sampah senilai hampir Rp 6 milyar tersebut merupakan bantuan hibah dari Pasifik Group untuk Pemkab Jembrana.
Menariknya, bantuan hibah tersebut sama sekali tidak membebani anggaran APBD Kabupaten Jembrana, mulai keberangkatannya dari Korea hingga tiba di Jembrana.
Serah terima bantuan hibah mesin pengolahan sampah super canggih tersebut diserahkan oleh Direktur Pasifik Group Anggoro Budiman dan diterima oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba, disaksikan oleh pimpinan OPD terkait, pada Selasa, 8 Oktober 2024 sore.
“Mesin pengolahan sampah ini kami datangkan langsung dari Korea untuk kami hibahkan kepada Pemkab Jembrana,” terang Anggoro Budiman.
Dipilihnya Kabupaten Jembrana sebagai penerima hibah ini menurut Anggoro Budiman karena Kabupaten Jembrana sangat komit untuk menanggulangi sampah dan Jembrana diketahui memiliki pasar baru yang cukup besar dan megah.
“Kita ketahui, pasar kan merupakan salah satu produsen sampah paling besar di masyarakat karena itu, kehadiran mesin pengolah sampah ini diharapkan bisa mengatasi persoalan sampah. Bali bersih dimulai dari Kabupaten Jembrana,” ujarnya.
Lanjut Anggoro Budiman, mesin pengolahan sampah tersebut telah berhasil menjadikan Vietnam dan Philipina sebagai negara bersih dari sampah. Sementara untuk di Indonesia, mesin ini hanya baru ada di Kabupaten Jembrana.
Sementara itu Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, pihaknya sangat berterimakasih kepada Pasifik Group yang telah memberikan bantuan hibah mesin pengolahan sampah.
Lanjut Bupati Tamba, bantuan senilai Rp 6 milyar ini bermula dari obrolan sambil ngopi dengan CEO Pasifik group sekitar delapan bulan lalu. Ternyata curhatannya terkait persoalan sampah di Jembrana gayung bersambut.
“Nanti sehabis saya cuti, kita akan mulai pasang ini alat. Rencananya akan dibuat bergerak agar bisa mengatasi sampah di tempat-tempat keramaian,” ujar Bupati Tamba.
Untuk pemasangan menurut Bupati Tamba akan mendatangkan langsung teknisi dari Korea, termasuk untuk pelatihan pengoperasian alat tersebut akan ditangani langsung oleh produser mesin dari Korea.
“Yang jelas bantuan hibah ini, sepeserpun tidak membebani APBD kabupaten alias zero APBD. Kita berharap bantuan ini bisa mengatasi persoalan sampah di Jembrana,” pungkas Bupati Tamba.(ded)



