Warga Bajera Sambut Gubernur Koster: Terima Kasih, Jalan Sudah Normal Kembali
Perbaikan jalan jebol di Bajera rampung dalam 12 hari, omset pedagang kembali pulih

jarrakposbali.com, TABANAN – Warga Desa Bajera, Selemadeg, Tabanan, menyambut antusias kehadiran Gubernur Bali Wayan Koster dalam pengoperasian kembali jalan nasional Denpasar-Gilimanuk yang sempat jebol pada 7 Juli 2025 lalu. Mereka mengucapkan terima kasih atas respons cepat pemerintah dalam menyelesaikan perbaikan hanya dalam waktu 12 hari. Aktivitas warga kini kembali normal, termasuk omset pedagang yang sempat turun drastis.
Kesempatan itu digunakan Koster untuk berbincang dan mendengar langsung aspirasi warga dan pedagang. Ia menerima laporan langsung dari warga dan perbekel setempat mengenai kerusakan di sejumlah ruas jalan desa akibat pengalihan arus lalu lintas.
Beberapa ruas jalan yang terdampak di antaranya berada di Banjar Kaja (Jalan Surapati), Banjar Saraswati (Jalan Sandat dan Saraswati), Banjar Tengah (Jalan Anusapati dan Sruti), Banjar Kelod (Jalan Srigati), Banjar Jero (Jalan Serma Arda dan Serma Watra), serta Banjarsari (Jalan Dahlia).
Koster segera berkoordinasi dengan Pemkab Tabanan dan Dinas PU agar dapat diperbaiki pada perubahan anggaran tahun ini. Hal ini menjadi prioritas Pemerintah provinsi Bali dan Pemkab Tabanan.
Tak hanya itu, menanggapi hal tersebut, Balai Jalan Nasiona di Bali juga menyatakan sudah merencanakan pemulihan kondisi jalan alternatif yang rusak akibat pengalihan arus saat pengerjaan.
Dalam kesempatan ini, Gubernur Koster juga menyempatkan diri meninjau kondisi Pasar Bajera dan berdialog dengan para pedagang terkait dampak banjir beberapa waktu lalu.
“Saya berkomitmen untuk merevitalisasi Pasar Bajera. Kami akan upayakan dana dari Pemprov Bali, juga dibantu kabupaten/kota. Targetnya 2027 atau paling lambat 2028 sudah bisa direalisasikan,” tegasnya.
Pengerjaan Dikebut 3 Shift, Kualitas Terjaga perbaikan jalan amblas di Bajera dimulai pada 8 Juli dan selesai pada 19 Juli 2025, atau hanya memakan waktu 12 hari dari estimasi awal satu bulan. Proyek ini dikebut siang malam dengan sistem kerja tiga shift, tanpa mengabaikan mutu konstruksi.
Gubernur Koster menegaskan bahwa proses perbaikan diawasi ketat setiap hari, berkoordinasi langsung dengan Balai Jalan dan Ditjen Bina Marga. Ia mengapresiasi semangat dan senyum para pekerja di lapangan, yang menurutnya menjadi tanda dedikasi tinggi dalam pelayanan publik.
” Sekarang sudah bisa senyum semua jajaran Balai Jalan dan semua staf, jadi terima kasih atas kerja kerasnya,” ungkap Gubernur.
Gubernur juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas kesabarannya selama masa perbaikan, serta kepada netizen yang memberikan informasi terkini bahkan juga yang sering membully dan marah-marah di media sosial. “Itu justru menjadi penyemangat bagi kami untuk lebih cepat menyelesaikan proyek ini,” ujarnya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) I.III Pelaksana Jalan Wilayah I Bali, Pramono Tri Yulianto, menjelaskan bahwa dalam penanganan jalan ambles tersebut, tim teknis memasang box culvert berukuran 2×2 meter, kemudian dilakukan pemadatan menyeluruh agar struktur jalan mampu menahan beban kendaraan berat.
“Kami utamakan kualitas dan spesifikasi teknis, karena ini adalah jalur nasional yang dilalui kendaraan logistik dengan beban besar,” jelas Pramono.
Pembukaan jalur dilakukan dengan pengibaran bendera oleh Gubernur Koster pada Sabtu (19/7), diiringi puluhan truk dan kendaraan logistik yang langsung melintas dari arah Tabanan menuju Denpasar dan sekitarnya.(jpbali).



