Berita

Model “Ginalatrik”  Inovasi Holistik untuk Tekan Stunting di Batubulan Kangin

Pelatihan kader posyandu melalui program Pengabdian Masyarakat PPDM Poltekkes Kemenkes Denpasar

jarrakposbli.com, GIANYAR – Senin (1/9/2025), suasana ruang pertemuan Kantor Desa Batubulan Kangin, Kecamatan Sukawati, Gianyar, tampak berbeda. 

Puluhan kader posyandu berkumpul dengan penuh semangat mengikuti pelatihan Model Ginalatrik, sebuah inovasi holistik-integratif yang digagas tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam upaya percepatan penurunan stunting dan gizi kurang di masyarakat.

Model Ginalatrik merupakan kombinasi edukasi gizi, stimulasi pijat Tuina, dan latihan psikomotorik untuk balita yang mengalami stunting maupun gizi kurang. 

Metode ini lahir dari hasil riset dua tahun dan terbukti efektif meningkatkan status gizi serta memperbaiki pertumbuhan anak.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kader posyandu memiliki tambahan ilmu dan keterampilan untuk digetok-tularkan kepada ibu-ibu balita di wilayahnya,” ujar Ni Made Suniti, SE, Ketua Tim Pembina Kader Posyandu Desa Batubulan Kangin.

Tim dosen penggagas, yakni Dr. I Wayan Juniarsana, SST, M.Fis, bersama I Gusti Sudita Puryana, STP, MP, dan I Gusti Agung Ari Widarti, DCN, M.Kes, menekankan bahwa model Ginalatrik bukan hanya teori, melainkan praktik nyata yang bisa langsung diaplikasikan di posyandu.

“Edukasi gizi, pijat Tuina, dan latihan psikomotorik ini akan menjadi daya tarik tersendiri di posyandu. Ibu-ibu balita akan lebih semangat datang karena mendapatkan ilmu dan manfaat langsung,” jelas Dr. I Wayan Juniarsana.

Pelatihan berlangsung interaktif. Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga ikut mempraktikkan gerakan pijat Tuina dan latihan psikomotorik dengan bimbingan dosen serta mahasiswa. 

Suasana pelatihan terasa hidup karena penyampaian materi diselingi dengan humor yang membuat kader tetap fokus dan bersemangat.

“Materinya gampang dipahami, ditambah praktik langsung, jadi kami lebih percaya diri nanti untuk mengajarkan ke ibu-ibu balita di posyandu,” ungkap salah satu kader peserta pelatihan.

Kegiatan ditutup dengan sesi post-test untuk mengukur pemahaman peserta, lalu dilanjutkan foto bersama. 

Antusiasme kader terlihat jelas, mereka berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu kali pelatihan, melainkan berlanjut hingga tahap evaluasi di lapangan.

“Kami ingin kegiatan ini berkesinambungan, supaya benar-benar terasa dampaknya dalam menurunkan angka stunting di desa kami,” ujar peserta lainnya dengan penuh harap.

Program Pengabdian Masyarakat Desa Mitra (PPDM) dengan Model Ginalatrik baru menyelesaikan tahap pertama berupa pelatihan. 

Selanjutnya, tim dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Denpasar akan melaksanakan monitoring dan evaluasi di seluruh posyandu Desa Batubulan Kangin. 

Dengan kolaborasi akademisi, kader posyandu, dan masyarakat, diharapkan inovasi ini mampu menjadi terobosan nyata dalam menekan kasus stunting di Gianyar, bahkan Bali secara keseluruhan.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button