Dugaan Ketidakadilan oleh Pemilik @arohaholidayhomes di Bali
Sejumlah mantan rekan bisnis dan karyawan mengaku dirugikan oleh praktik yang dilakukan Faresh Sekkour asal Syria.

jarrakposbali.com, DENPASAR – Di balik citra Bali sebagai destinasi wisata dunia, cerita ketidakadilan kerap terjadi dan menimpa pekerja maupun rekan bisnis lokal.
Kali ini, sejumlah individu mengaku menjadi korban dari praktik bisnis yang dijalankan oleh seorang warga negara asing asal Syria bernama Faresh Sekkour, pemilik akun bisnis @arohaholidayhomes.
Menurut para korban, Faresh tidak memenuhi kewajiban pembayaran sebagaimana telah dijanjikan sejak akhir 2024.
Alih-alih berjalan profesional, bisnis tersebut justru meninggalkan masalah keuangan bagi para pihak yang terlibat.
“Sejak Desember 2024, payment dari client justru dipakai sendiri oleh Fares. Laundry pun tidak dibayar, sehingga saya yang harus nombok terus,” ungkap Anna, rekan bisnis di Indonesia.
Kisah serupa dialami Rodeo, yang sejak awal dijanjikan gaji Rp7 juta per bulan. Namun, realitanya jauh dari perjanjian.
“Yang dibayarkan cuma sekitar Rp1 juta. Bahkan uang advertising yang saya talangi pun tidak pernah diganti,” tegas Rodeo,Sabtu (6/9/2025).
Sementara itu, Julian juga harus menghadapi sikap serupa. Pembayaran selalu ditunda tanpa kepastian.
“Saya sampai harus mendatangkan orang ke tempat Fares baru dia mau bayar,” kata Julian.
Tak berhenti di situ, Fanny yang awalnya dijanjikan posisi sebagai manajer villa justru mendapatkan beban kerja berlipat.
“Katanya manager villa, ternyata saya juga harus jadi housekeeper, admin, bahkan personal assistant-nya. Sama sekali tidak sesuai kesepakatan,” ucap Fanny.
Kini, meski akun @arohaholidayhomes masih aktif, banyak korban mengaku diblokir oleh Faresh sehingga tak bisa menagih hak mereka. Para korban berharap suara mereka tersampaikan agar lebih banyak orang waspada dan tidak mengalami hal serupa.(JpBali).



