
GIANYAR, jarrakposbali.com – Suasana Ballroom Mall Pelayanan Publik Kabupaten Gianyar terasa lebih hidup pada Senin pagi ketika para pengelola arsip dari berbagai perangkat daerah berkumpul dalam satu forum. Kegiatan ini menjadi ruang bertukar pemahaman tentang pentingnya tata kelola arsip yang rapi dan akuntabel. Di banyak kasus, kegiatan semacam ini memberi gambaran tentang bagaimana sebuah pemerintah daerah menjaga memori birokrasi agar tetap utuh dan mudah ditelusuri.
Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gianyar ini berfokus pada tiga ruang lingkup. Peserta mendapatkan sosialisasi Program Kerja Pengawasan Kearsipan Tahunan, penjelasan mengenai instrumen audit internal, serta pembekalan untuk mengikuti Lomba Pengelolaan Arsip Dinamis. Kadang kegiatan teknis seperti ini menjadi semacam cermin yang memperlihatkan kesiapan setiap unit dalam mengelola dokumen, terutama ketika tuntutan digitalisasi semakin kuat.
“Aspek kearsipan tidak berhenti pada urusan menyimpan dokumen. Ini bagian dari tanggung jawab kita menjaga akuntabilitas dan memori kelembagaan,” ujar Asisten Administrasi Umum Setda Gianyar I Ketut Pasek Lanang Sadia saat membuka acara, Senin (9/2/2026).
Agenda lomba kearsipan turut menjadi perhatian. Sering kali kompetisi internal menawarkan dorongan yang cukup kuat untuk membuat pengelolaan arsip lebih kreatif. Penggunaan aplikasi SRIKANDI, e-surat, dan sistem Tanda Tangan Elektronik menjadi contoh nyata bagaimana proses digital sudah menjadi kebutuhan dalam pelayanan publik.
“Melalui kegiatan ini kami ingin melihat kesiapan perangkat daerah sekaligus memberi ruang untuk terus memperbaiki kualitas pengelolaan arsip,” kata Kepala Dispusar Gianyar Ida Ayu Putu Eka Susanti.
Kegiatan ini menghadirkan dua arsiparis ahli madya dari Biro Umum Setda Provinsi Bali, Alit Arya Subaga dan I Made Badra. Pada akhirnya, rangkaian sosialisasi ini diharapkan memperkuat budaya tertib arsip di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar. Banyak pihak melihatnya sebagai langkah kecil yang memberi dampak panjang pada kualitas pelayanan publik dan ketelitian administrasi.(JpBali).



