
JAKARTA, jarrakposbali.com – Jakarta sering kali menjadi panggung berbagai pencapaian instansi pemerintah, termasuk pada Rabu siang ketika rombongan Pemerintah Kota Denpasar menerima kabar baik. Suasana acara penyerahan penghargaan dari KemenPAN-RB terasa hangat dan tenang. Di tengah kegiatan itu, Bapenda Kota Denpasar diumumkan sebagai penerima predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani. Pencapaian ini datang setelah sebelumnya meraih gelar Wilayah Bebas Korupsi pada tahun 2024.
Penghargaan WBBM menjadi bagian dari evaluasi nasional yang mengukur kualitas integritas dan pelayanan publik di setiap daerah. Kadang pencapaian seperti ini mencerminkan perjalanan panjang sebuah lembaga dalam memperbaiki pola kerja. Dalam konteks Kota Denpasar, upaya tersebut telah terlihat dari berbagai inovasi yang dilakukan Bapenda serta sejumlah OPD lain. Mereka bergerak dalam ritme yang sama untuk menghadirkan birokrasi yang lebih transparan.
“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi dan menjadi tantangan untuk terus meningkatkan pelayanan serta integritas seluruh jajaran pegawai,” ujar Sekda Kota Denpasar, IGN Eddy Mulya.
Selain Bapenda, beberapa OPD Pemkot Denpasar juga menerima predikat WBK. Setiap unit memiliki pengalaman berbeda dalam membangun budaya kerja yang lebih terbuka. Yang menarik, proses pembinaan zona integritas ini selalu kembali pada komitmen jangka panjang. Aturan pedomannya tertera jelas dalam PermenPANRB Nomor 90 Tahun 2021 yang menjadi pegangan seluruh instansi.
“Kami berharap capaian ini dapat meningkatkan kepuasan dan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar,” kata Eddy Mulya.
Dalam banyak kasus, penghargaan seperti WBBM tidak hanya dinilai dari sisi administrasi. Ada nilai kepercayaan publik yang turut menentukan. Tim internal di Pemkot Denpasar memahami hal itu dan berusaha menjaga kualitas pelayanan agar tetap stabil. Pendekatan yang mereka lakukan sederhana tetapi konsisten, mulai dari digitalisasi layanan hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi instansi lain di lingkungan Pemkot Denpasar untuk meningkatkan kinerja,” jelasnya.
Pada akhirnya, pencapaian ini membuka kesempatan baru bagi Kota Denpasar. Eddy Mulya menyampaikan keyakinannya bahwa tahun depan akan lebih banyak OPD yang mampu mengikuti jejak serupa. Semangat perbaikan birokrasi tersebut terasa sebagai bagian dari perjalanan panjang Denpasar menuju tata kelola yang lebih kuat dan melayani masyarakat dengan lebih baik.(JpBali).



