BeritaMangupura

Perempuan Bangli Mantapkan Peran di HUT WHDI ke-38

BANGLI, jarrakposbali.com – Kadang sebuah peringatan hari jadi terasa lebih dari sekadar seremonial. Di Kabupaten Bangli, perayaan HUT ke-38 Wanita Hindu Dharma Indonesia menghadirkan suasana yang memperlihatkan bagaimana peran perempuan terus berkembang seiring kebutuhan zaman.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Bangli ini menjadi ruang bertemu antara pemikiran, pengalaman, dan harapan tentang kontribusi perempuan Hindu bagi keluarga dan masyarakat.

Suasana pertemuan terasa akrab. Para anggota WHDI datang dengan semangat yang lahir dari pengalaman panjang mendampingi keluarga dan lingkungan masing masing. Dalam momen itu, Ketua WHDI Kabupaten Bangli Ny Suciati Diar mengajak seluruh anggota untuk melihat kembali posisi perempuan sebagai penjaga nilai dan pembentuk karakter generasi muda.

Ia menyampaikan bahwa pemberdayaan perempuan sering kali berawal dari rumah, dari keputusan kecil yang berpengaruh pada kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

“Perempuan Hindu di Bangli perlu tetap teguh pada nilai dharma sambil menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Keluarga yang sehat dan sejahtera memberi landasan bagi lahirnya generasi yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Penasehat WHDI Kabupaten Bangli Ny Sariasih Sedana Arta berbagi pandangannya tentang perjalanan organisasi ini. Ia melihat bahwa usia ke-38 bukan hanya angka, melainkan tanda bahwa WHDI telah menemani banyak perubahan sosial di daerah. Pemikiran yang ia sampaikan memberi ruang bagi anggota untuk menilai kembali kapasitas diri dan peluang pengembangan yang bisa dilakukan bersama pemerintah daerah.

“Saya berharap WHDI terus meningkatkan kapasitas melalui kegiatan ekonomi kreatif dan literasi digital. Perempuan Bangli perlu hadir dalam isu sosial seperti pencegahan stunting, pelestarian lingkungan, serta perlindungan anak dan Perempuan,” katanya.

Perayaan sederhana itu ditutup dengan pemotongan tumpeng. Momen ini terasa seperti simbol bahwa perjalanan panjang WHDI selalu diiringi rasa syukur. Para anggota berbincang ringan sambil membahas rencana kegiatan berikutnya. Di banyak kasus seperti ini, semangat gotong royong terlihat menjadi energi utama organisasi perempuan di Bali.

Peringatan ke-38 WHDI di Bangli memberikan kesan bahwa perempuan memiliki peran yang semakin kuat dalam menyusun arah pembangunan daerah. Harapannya, semakin banyak program yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat akar rumput. Semakin banyak pula ruang bagi perempuan untuk berdaya dan berkontribusi. Dalam alur cerita ini, WHDI Bangli terus melangkah dengan komitmen untuk membentuk keluarga yang sehat, sejahtera, dan siap menghadapi masa depan.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button