
MANGUPURA, jarrakposbali.com – Suasana khidmat terasa sejak pagi di kawasan Pura Puseh dan Pura Toyaning Desa Adat Kuta, Lantunan mantra suci, asap dupa yang perlahan naik ke udara, serta iringan gamelan menciptakan ruang spiritual yang hangat bagi krama adat yang hadir.
Pada hari itu, rangkaian Karya Mecaru, Melaspas, dan Mendem Pedagingan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga kesucian pura sekaligus memperkuat ikatan spiritual masyarakat dengan warisan leluhur.
Di tengah prosesi tersebut, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta bersama Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta hadir mengikuti rangkaian upacara, sekaligus menjadi upasaksi dalam prosesi sakral yang digelar pada Jumat, 6 Maret 2026.
Kehadiran para pimpinan daerah memberi makna tersendiri bagi masyarakat Desa Adat Kuta. Ketua DPRD Kabupaten Badung I Gusti Anom Gumanti turut mendampingi Wakil Bupati dalam prosesi penandatanganan prasasti sebagai penanda rampungnya tahapan karya melaspas di kedua pura tersebut.
Prosesi karya dipuput oleh para sulinggih, yaitu Ida Pandita Bhagawan Pradnyan SidiYogi dari Griya Agung Karang Semaja Kuta, Ida Pandita Jaya Wijaya Nanda dari Griya Kutuh Kuta, serta Ida Pandita Budha dari Griya Kasogatan Kuta. Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan, diikuti krama Desa Adat Kuta yang hadir untuk bersama-sama memohon kerahayuan.
Sebagai bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian adat dan budaya Bali, Wakil Bupati Badung juga menyerahkan bantuan hibah secara simbolis yang bersumber dari APBD Induk Tahun 2025 senilai lebih dari Rp14,7 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kegiatan adat dan pembangunan sarana keagamaan di wilayah Desa Adat Kuta.
Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan adat dan keagamaan merupakan bagian dari upaya menjaga keseimbangan kehidupan masyarakat Bali.
“Pelaksanaan karya seperti ini memiliki makna yang sangat penting dalam menjaga kesucian pura sekaligus memperkuat nilai kebersamaan masyarakat adat. Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen mendukung pelestarian adat, seni, dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Bali,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung Nyoman Graha Wicaksana, Ketua PHDI Kabupaten Badung, perwakilan MDA Kabupaten Badung, Camat Kuta, Sekretaris Camat Kuta, Kapolsek Kuta, Lurah Kuta, Ketua LPM Kecamatan Kuta, Bendesa Adat Kuta, tokoh masyarakat, serta krama agung Desa Adat Kuta.
Bagi masyarakat setempat, karya melaspas bukan sekadar prosesi ritual. Di banyak kesempatan, kegiatan seperti ini menjadi ruang pertemuan nilai spiritual, kebersamaan sosial, serta upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dalam kehidupan sehari hari masyarakat Bali.(JpBali).



