BeritaDenpasarPariwisatawisata
Trending

BBTF 2026 Siap Digelar, Buyer Dunia Menuju Bali

Partisipasi exhibitor melampaui target dan ratusan buyer dari 41 negara siap hadir di Nusa Dua pada 28 sampai 30 Mei 2026.

DENPASAR, jarrakposbali.com – Pelaksanaan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 terus dimatangkan sebagai salah satu agenda pariwisata bergengsi di Indonesia. Ajang business to business ini menjadi ruang temu antara pelaku industri wisata nasional dengan buyer mancanegara untuk membuka peluang pasar baru, memperkuat jejaring usaha, serta memperkenalkan ragam destinasi unggulan Indonesia kepada dunia.

Dalam rapat panitia perdana yang berlangsung di BTB Meeting Room pada Rabu 22 April 2026,  Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, bersama seluruh unsur penyelenggara meninjau kesiapan teknis acara, perkembangan peserta pameran, hingga minat buyer internasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

“Rapat panitia besar BBTF ini adalah pertemuan pertama untuk memastikan seluruh persiapan berjalan baik. Tahun ini terasa lebih siap dibanding sebelumnya, terutama dari sisi operasional,” ujar Putu Winastra.

Yang menarik, antusiasme pelaku industri wisata terhadap BBTF 2026 terlihat dari tingginya minat exhibitor. Seluruh area booth telah terisi bahkan melampaui target awal yang sudah ditetapkan panitia.

“Kita sangat bersyukur booth habis terjual dan bahkan melampaui target, dari 250 menjadi 270 booth,” lanjut Putu Winastra.

Dari sisi buyer internasional, perkembangan registrasi juga memberi sinyal baik bagi promosi pariwisata nasional. Hingga masa persiapan berjalan, ratusan perusahaan luar negeri telah memastikan partisipasi mereka.

“Total buyer yang terdaftar mencapai 407 perusahaan dari 41 negara. Ini menunjukkan kepercayaan pasar global terhadap BBTF dan pariwisata Indonesia,” kata Putu Winastra.

Selain pertemuan bisnis utama, BBTF 2026 juga menyiapkan program post-tour yang sering kali menjadi bagian penting dalam meyakinkan buyer. Melalui kunjungan langsung, para peserta dapat melihat pengalaman destinasi secara nyata.

“Program post-tour ke Jakarta, Lombok, Karangasem, Bangli, dan Badung sudah siap. Karangasem secara khusus dipersiapkan untuk buyer dari Vietnam,” jelas Putu Winastra.

Di banyak kasus, pengalaman langsung memberi kesan yang lebih kuat dibanding presentasi ruang pameran. Karena itu, rangkaian post-tour diharapkan membuka minat baru terhadap destinasi yang selama ini belum banyak dikenal pasar internasional.

Dengan capaian exhibitor yang melampaui target, buyer dari puluhan negara, serta dukungan destinasi lintas daerah, Putu Winastra optimistis BBTF 2026 akan menjadi momentum penting bagi kebangkitan pariwisata Indonesia. Pada akhirnya, forum ini bukan hanya menghadirkan transaksi bisnis, tetapi juga memperluas cerita tentang Indonesia sebagai tujuan wisata yang beragam, hangat, dan terus berkembang.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button