Koster Apresiasi Turis Asing, Dana Love Bali Dipakai Jaga Budaya dan Alam Bali

BALI, jarrakposbali.com – Di tengah arus wisatawan dunia yang kembali memadati Pulau Bali, ada satu hal yang mulai terasa berubah. Pariwisata tidak lagi hanya soal kunjungan dan angka statistik, tetapi mulai bergerak ke arah partisipasi dan rasa memiliki.
Pemerintah Provinsi Bali kini mendorong wisatawan asing ikut menjadi bagian dari upaya menjaga Bali melalui program Pungutan Wisatawan Asing atau Foreign Tourist Levy sebesar Rp150 ribu. Program yang mulai diterapkan sejak Februari 2024 itu perlahan membentuk kesadaran baru bahwa menikmati Bali juga berarti ikut merawatnya.
โ Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi tertinggi kepada seluruh turis asing yang telah berkontribusi dengan membayar pungutan wisatawan asing,โ ujar Wayan Koster di Denpasar.
Yang menarik, kontribusi tersebut mulai menunjukkan dampak nyata. Sepanjang tahun 2025, jumlah wisatawan asing yang datang ke Bali mencapai sekitar 7 juta orang. Dari angka itu, sekitar 2,4 juta wisatawan tercatat telah melakukan pembayaran pungutan wisatawan asing melalui sistem Love Bali.
โPartisipasi wisatawan asing sangat penting dalam menjaga keberlanjutan dan daya saing pariwisata Bali di tingkat global,โ kata Koster.
Dana yang berhasil dihimpun dari program tersebut mencapai Rp369 miliar. Pemerintah Provinsi Bali menyebut dana itu digunakan secara transparan untuk perlindungan budaya Bali, penanganan lingkungan, hingga penguatan tata kelola pariwisata berkelanjutan.
Di banyak destinasi wisata dunia, isu pariwisata sering kali berhenti pada persoalan ekonomi. Bali mencoba mengambil jalan yang sedikit berbeda. Budaya, alam, dan spiritualitas ditempatkan sebagai fondasi utama yang harus tetap hidup di tengah pertumbuhan industri wisata.
โPemerintah bersama masyarakat Bali bekerja sungguh-sungguh untuk mewujudkan sistem pariwisata berbasis budaya yang berkualitas, bermartabat, dan berkelanjutan,โ tegasnya.
Bali sendiri masih menjadi wajah utama pariwisata Indonesia. Lebih dari 45 persen wisatawan asing yang datang ke Indonesia memilih Bali sebagai tujuan utama perjalanan mereka. Pada tahun 2026, Bali kembali dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik dunia sekaligus Pulau Terbaik di kawasan Asia Pasifik.
Bagi Koster, capaian itu bukan sekadar penghargaan internasional. Ada tanggung jawab besar yang harus dijaga bersama, terutama ketika tekanan terhadap lingkungan, kemacetan, sampah, hingga perubahan sosial semakin terasa di berbagai kawasan wisata Bali.
โTuhan telah menganugerahi Bali dengan alam yang indah, masyarakat yang hangat dan ramah, serta budaya yang kaya dan unik,โ sebutnya.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Bali terus mengajak wisatawan asing untuk tidak hanya datang menikmati keindahan Pulau Dewata, tetapi juga ikut berkontribusi menjaga keberlangsungannya. Pembayaran pungutan wisatawan asing kini dianjurkan dilakukan sebelum keberangkatan melalui platform digital Love Bali, baik lewat website maupun aplikasi mobile.
โ Saya mengajak seluruh turis asing yang mencintai Bali untuk turut serta melestarikan Bali dan meningkatkan daya saing pariwisata Bali,โ ajak Koster.
Pada akhirnya, Bali memang bukan hanya destinasi wisata. Ada kehidupan masyarakat, budaya, pura, sawah, laut, dan tradisi panjang yang selama ini menjaga pulau ini tetap hidup dan dicintai dunia.
โBali, Pulau Dewata, rumah kita, milik kita semua. Mari kita jaga bersama,โ tutup Wayan Koster. (JpBali).



