BadungBerita
Trending

Pantai Legian Dibersihkan, Badung Mulai Bergerak dari Sumber Sampah Horeka

Bupati Adi Arnawa bersama Anggota DPRD Badung turun langsung mengawasi pengelolaan sampah hotel, restoran, dan kafe demi menjaga wajah pariwisata Samigita.

BADUNG, jarrakposbali.com – Debur ombak Pantai Legian pagi itu masih terdengar tenang. Wisatawan mulai berjalan di bibir pantai, beberapa peselancar bersiap masuk ke laut, sementara di sisi lain rombongan Pemerintah Kabupaten Badung justru sibuk memperhatikan sesuatu yang sering kali luput dari perhatian, sampah dari sektor pariwisata.

Di tengah kawasan yang menjadi wajah utama pariwisata Bali itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Anggota DPRD Badung I Made Sada dan Wayan Puspa Negara turun langsung melakukan pengawasan dan penegakan hukum lingkungan terhadap sektor Horeka di wilayah Legian, Jumat (15/5).

Kegiatan yang dipusatkan di Skate Park Pantai Kuta itu terasa berbeda. Tidak sekadar inspeksi rutin, tetapi menjadi pesan bahwa kawasan wisata Badung sedang diarahkan menuju tata kelola yang lebih serius dan lebih panjang napasnya.

β€œTeman-teman pengusaha Horeka ini punya kontribusi cukup besar terhadap sumber sampah di Badung. Tadi saya lihat ada hotel yang pengelolaannya sudah bagus, ini yang harus terus didorong supaya bisa diikuti tempat lain,” ujar Adi Arnawa.

Bagi Badung, persoalan sampah bukan lagi sekadar urusan kebersihan harian. Pada akhirnya, ini berkaitan langsung dengan wajah pariwisata Bali di mata dunia. Kawasan Seminyak, Legian, dan Kuta yang selama ini dikenal sebagai magnet wisata internasional mulai dihadapkan pada tantangan baru, tingginya aktivitas wisata yang menghasilkan volume sampah besar setiap hari.

Karena itu, pengawasan sektor Horeka kini dilakukan rutin setiap Jumat. Pemerintah ingin memastikan pengolahan sampah berbasis sumber benar-benar berjalan di hotel, restoran, dan kafe.

β€œKalau pantai ini tetap dalam kondisi kumuh, tentu akan menjadi hambatan buat kita mengembalikan daya tarik Samigita seperti dulu lagi,” katanya.

Yang menarik, peninjauan tidak berhenti di area usaha. Bupati bersama jajaran juga menyusuri sepanjang Pantai Legian untuk melihat langsung kondisi lapangan. Di beberapa titik masih terlihat persoalan klasik kawasan wisata, mulai dari sampah tercecer hingga tata ruang pantai yang belum tertata maksimal.

Dalam suasana santai namun serius, Adi Arnawa beberapa kali menegaskan bahwa penataan kawasan wisata tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, desa adat, masyarakat, hingga pelaku usaha perlu bergerak dengan cara pandang yang sama.

β€œAyo kita berpikir jangka panjang bagaimana menjaga pantai kita ini. Pemerintah sangat berharap dukungan semua pihak, termasuk desa adat dan masyarakat,” tegasnya.

Sering kali pembangunan kawasan wisata hanya dilihat dari hotel baru atau ramainya kunjungan wisatawan. Padahal di banyak kasus, kekuatan destinasi justru bertahan dari hal-hal sederhana, pantai yang bersih, lingkungan yang tertata, dan rasa nyaman yang dirasakan pengunjung saat berjalan kaki di kawasan wisata.

Badung tampaknya sedang mencoba kembali ke titik itu. Revitalisasi destinasi wisata disebut akan dilakukan bertahap, bersamaan dengan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.

β€œKalau semua punya mindset yang sama, saya kira tidak susah mewujudkannya. Ketika pariwisata bergerak baik, PAD meningkat dan pemerintah bisa lebih banyak membuat program untuk kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekda Badung IB Surya Suamba, jajaran OPD Pemkab Badung, Camat Kuta Dewa Ngurah Bayudhewa beserta unsur Tripika Kecamatan, serta Lurah Legian Putu Eka Martini bersama para Kepala Lingkungan se-Kelurahan Legian.

Di bawah matahari pesisir Kuta yang mulai meninggi, langkah pengawasan itu mungkin terlihat sederhana. Namun dari kawasan pantai yang menjadi denyut utama pariwisata Bali ini, Badung sedang mengirim pesan bahwa menjaga destinasi tidak cukup hanya dengan promosi. Kebersihan, keteraturan, dan kesadaran bersama justru sering kali menjadi fondasi yang paling menentukan.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button