Bencana AlamBerita

ASITA Bali Bantu Korban Kebakaran Desa Adat Sade Lombok

MATARAM , jarrakposbali.com – Di tengah suasana Desa Adat Sade yang masih berbenah setelah dilanda kebakaran, kepedulian datang dari Bali. DPD ASITA Bali melalui program kemanusiaan ASITA Care turun langsung membawa bantuan sembako bagi masyarakat yang terdampak musibah.

Kehadiran insan pariwisata Bali tersebut menjadi bagian dari solidaritas untuk warga Sade yang kini tengah menata kembali kehidupan dan lingkungannya setelah kebakaran.

Bantuan disalurkan pada Minggu sore, 13 September 2026. Tim Lingkungan Sosial dan Budaya DPD ASITA Bali, I Ketut Sediya Yasa dan Nengah Winartha, menyerahkan bantuan dengan didampingi jajaran DPD ASITA NTB.

Bagi masyarakat Desa Adat Sade, bantuan yang datang memiliki arti tersendiri. Sembako menjadi kebutuhan nyata di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung. Pada saat yang sama, kehadiran langsung para pelaku pariwisata memberikan pesan bahwa mereka tidak berjalan sendiri menghadapi masa sulit.

Rombongan ASITA Bali juga melihat secara langsung kondisi masyarakat dan perkembangan penanganan pascakebakaran. Dari kunjungan tersebut terlihat proses pembangunan kembali desa mulai berjalan.

“Selamat sore dari Desa Sade. Saya I Ketut Sediya Yasa, Wakabid Lingsosbud, datang berkunjung ke Desa Sade, Lombok untuk ikut memberikan sumbangan berupa sembako mewakili DPD ASITA Bali dan juga mewakili Ketua, Putu Winastra,” ujar I Ketut Sediya Yasa.

Sediya Yasa mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian DPD ASITA Bali kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Program ASITA Care diharapkan dapat terus menjadi ruang bagi insan pariwisata untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan.

Kepedulian tersebut juga memperlihatkan bahwa hubungan antardaerah dalam dunia pariwisata memiliki dimensi sosial yang kuat. Bali dan Lombok selama ini sama-sama menjadi bagian penting dari perjalanan pariwisata Indonesia, dengan masyarakat dan pelaku usaha yang saling terhubung.

“Sekarang ini pembangunan desa sudah dimulai. Mudah-mudahan akan bisa cepat terealisasi dan cepat selesai. Hidup Sade!” kata Sediya Yasa.

Desa Adat Sade kini perlahan kembali menata kehidupan. Pembangunan mulai bergerak, masyarakat kembali menguatkan aktivitasnya, dan harapan untuk memulihkan kawasan adat tersebut terus tumbuh.

Bagi ASITA Bali, solidaritas memiliki tempat penting dalam perjalanan pariwisata. Kepedulian dapat hadir melalui langkah sederhana, seperti membawa sembako, datang melihat kondisi warga, dan memberikan dukungan moral secara langsung.

Dari Sade, pesan itu terasa sederhana. Ketika sebuah destinasi sedang berjuang untuk bangkit, perhatian dari sesama insan pariwisata dapat menjadi bagian dari energi untuk melanjutkan langkah. ASITA Care hadir membawa bantuan, sekaligus menyampaikan satu pesan: Sade tidak sendiri.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button