BadungBerita

Piodalan di Selat, Adi Arnawa Dorong Penguatan Infrastruktur Pura

BADUNG,jarrakposbali.com – Di tengah khidmatnya rangkaian Piodalan Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum, Desa Adat Selat, Kecamatan Abiansemal, ada satu pesan yang kembali ditegaskan: pembangunan Bali tidak cukup hanya dengan membangun jalan dan gedung, tetapi juga harus menjaga ruang-ruang adat dan tempat suci yang menjadi napas kehidupan masyarakat.

Pesan itu mengemuka saat Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir sebagai upasaksi dalam karya suci tersebut, Selasa (15/9/2026). Didampingi Anggota DPRD Badung Putu Dendi Astra Wijaya, kehadiran Bupati menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan upacara sekaligus aspirasi krama dalam memperkuat sarana dan prasarana pura.

Bagi masyarakat Desa Adat Selat, piodalan bukan sekadar rangkaian ritual keagamaan. Di balik pelaksanaan karya suci itu terdapat semangat gotong royong, kebersamaan, sekaligus upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi semangat para pemangku, perangkat desa, dan krama yang bersama-sama menyukseskan pelaksanaan pujawali. Menurutnya, hubungan harmonis antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keajegan adat dan budaya Bali.

“Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan serta ikut menjadi upasaksi atas karya suci yang dilaksanakan masyarakat. Semoga melalui pemelaspasan dan pemeliharaan pelawatan di pura ini, kita semua senantiasa dianugerahi keselamatan dan kerahayuan.”

Kehadiran pemerintah, lanjut Adi Arnawa, juga diarahkan pada bagaimana sarana keagamaan dan fasilitas penunjang desa adat dapat terus ditata secara bertahap. Penguatan infrastruktur pura menjadi bagian dari pembangunan yang berjalan beriringan dengan pelestarian adat, tradisi, dan kebudayaan Bali.

Dukungan tersebut diharapkan semakin kuat seiring dengan optimalisasi pendapatan daerah, termasuk dari sektor pariwisata. Dengan demikian, pembangunan tidak berhenti pada aspek fisik, tetapi turut memberi ruang bagi kehidupan adat yang menjadi identitas masyarakat Bali.

Rangkaian karya di Pura Alas Angker dan Pura Alas Arum sendiri telah berlangsung sejak 16 Mei 2026. Bendesa Adat Selat Ida Bagus Made Anom menyampaikan, rangkaian tersebut meliputi Karya Piodalan, Ngodakan, serta Ngeratep Ida Bhatara Sakti.

Pemugaran tiga bangunan pelinggih, termasuk Pelinggih Ida Ratu Mas, serta perbaikan pratima menjadi bagian dari rangkaian tersebut. Pembiayaan fisik bersumber dari Perubahan APBDes melalui bantuan hibah Pemkab Badung yang bersinergi dengan Pemerintah Desa Selat. Sementara kebutuhan operasional upakara dihimpun melalui urunan warga dan punia sukarela.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati beserta jajaran yang telah hadir. Kami berharap Pemkab Badung dapat memberikan dukungan paridana serta pengkondisian anggaran di masa mendatang untuk menata kembali pelinggih maupun sarana penunjang di kawasan tersebut,” harap Ida Bagus Made Anom.

Namun, bagi Desa Adat Selat, piodalan kali ini bukan menjadi akhir dari perjuangan penataan kawasan suci. Setelah puncak piodalan, rangkaian karya akan ditutup melalui prosesi Mepinton di Pura Dalem, Rabu (16/9/2026).

Di saat yang sama, aspirasi untuk penataan kawasan Pusat Desa (Pusdes) dan fasilitas umum Petang Pleban mulai kembali disuarakan. Kawasan tersebut mencakup Puseh Desa, Alas Sangker, dan Alas Arum.

Harapan krama pun sederhana, tetapi memiliki makna besar: pembangunan boleh bergerak mengikuti zaman, namun pura, adat, dan budaya jangan sampai tertinggal. Di Desa Adat Selat, penguatan infrastruktur pura bukan hanya soal bangunan, melainkan bagian dari menjaga ruang spiritual dan identitas masyarakat Bali agar tetap kokoh dari generasi ke generasi.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button