Berita

Pesona Budaya Sanur Kauh VI 2025, Panggung Kreativitas Lokal, Gairahkan Ekraf dan UMKM Desa

Pemerintah Kota Denpasar apresiasi komitmen Karang Taruna dan Desa Sanur Kauh dalam menghadirkan ruang kreatif bagi seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta UMKM lokal melalui Festival Pesona Budaya Sanur Kauh yang berlangsung 7–9 Agustus 2025.

jarrakposbali.com, DENPASAR – Semilir angin Pantai Mertasari pada Kamis sore (7/8) tak hanya membawa kesejukan, tetapi juga semangat kebudayaan dan kreativitas lokal yang membuncah. Di Kawasan Muntig Siokan, nuansa kultural begitu terasa dalam pembukaan Pesona Budaya Sanur Kauh VI Tahun 2025, sebuah ajang tahunan yang kini makin matang dalam kemasan dan dampaknya bagi masyarakat.

Festival yang diinisiasi oleh Karang Taruna Yowana Kerthi Bhuana bersama Pemerintah Desa Sanur Kauh ini telah memasuki tahun keenam penyelenggaraan. Dengan mengusung tema “Saluung Luung Sabaya Antaka”, kegiatan ini kembali menjadi ruang ekspresi dan aktualisasi kreativitas anak-anak muda desa, seniman, pelaku ekonomi kreatif, serta UMKM lokal.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, mewakili Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Dalam sambutannya, Alit Wiradana memberikan apresiasi atas komitmen dan kerja keras seluruh pihak yang terlibat, terutama pemuda desa dan Karang Taruna yang berhasil menjadikan festival ini sebagai wahana promosi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Melalui kegiatan seperti ini, para seniman, pelaku UMKM dan perajin lokal mendapatkan ruang tampil sekaligus ajang promosi berkelanjutan. Ini sejalan dengan visi Kota Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju,” ujarnya.

Lebih dari sekadar festival budaya, Pesona Budaya Sanur Kauh VI juga menjadi etalase potensi desa. Mulai dari penampilan 12 sekaa teruna-teruni se-Desa Sanur Kauh, hingga grand final Pemilihan Teruna Teruni Desa Sanur Kauh yang diharapkan mampu melahirkan duta budaya dan pariwisata lokal. Tak ketinggalan, kompetisi Baleganjur hingga puncaknya berupa Music Festival pada 9 Agustus yang menghadirkan penampilan spesial dari Kis Band dan Tika Pagraki.

Turut hadir dalam pembukaan festival ini sejumlah tokoh dan pejabat penting, seperti Anggota DPRD Bali AA Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, Anggota DPRD Kota Denpasar AA Gede Putra Ariewangsa, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gede Sidarta Putra, dan Kadis DPMD Kota Denpasar I Wayan Budha.

Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada bersama Ketua Karang Taruna, Made Dura Sanjaya, menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor, tenant, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya festival ini. Ia berharap kegiatan ini bisa terus digelar setiap tahun sebagai bagian dari pembangunan berbasis komunitas dan kebudayaan.

“Kami ingin festival ini menjadi ajang menggali potensi, menumbuhkan kreativitas, dan memperkuat identitas lokal masyarakat Sanur Kauh,” kata Made Dura Sanjaya.

Sebagai kawasan pariwisata yang telah mendunia, Sanur tak henti mengembangkan diri tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari kekuatan budaya dan karakter komunitasnya. Festival seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pariwisata dan kebudayaan bisa tumbuh seiring, saling memperkuat, dan menghadirkan manfaat langsung bagi warga desa.(jpbali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button