Dua Pria Tenggelam di Tukad Yeh Unda, Satu Korban Berhasil Diselamatkan

SEMARAPURA, jarrakposbali.com – Pada Minggu sore, 21 Desember 2025, sebuah tragedi tenggelam mengguncang kawasan Tukad Yeh Unda yang terletak di Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Dua orang yang terjebak dalam arus deras sungai tersebut, seorang pelajar berusia 14 tahun dan seorang pria dewasa, menjadi korban. Satu korban berhasil diselamatkan, namun sayangnya, korban lainnya ditemukan sudah tidak bernyawa.
Peristiwa ini bermula ketika Ni Komang Pande Arianti, seorang pelajar, bersama dua rekannya memutuskan untuk mandi di aliran Tukad Yeh Unda. Arus sungai yang tiba-tiba deras menyeret tubuhnya ke tengah aliran.
“Saat kejadian, arus sungai begitu kuat, sehingga membawa korban jauh ke tengah,” ungkap Kapolsek Dawan, AKP I GEDE BUDIARTA, S.H., M.H.
“Ruben Radu Kaka, yang saat itu sedang berjalan-jalan dengan istrinya, menyaksikan kejadian tersebut dan berusaha memberi pertolongan,” lanjut AKP I GEDE BUDIARTA. “Namun, ia pun tak mampu melawan derasnya arus dan ikut terseret.”
Meskipun upaya pertolongan datang dari beberapa warga sekitar, yang segera bergegas ke lokasi kejadian, kondisi sungai yang sangat deras menjadi tantangan besar. Beberapa menit setelahnya, Ni Komang Pande Arianti berhasil muncul ke permukaan dalam kondisi mengapung, namun Ruben Radu Kaka belum juga terlihat.
Tak lama kemudian, personel Polres Klungkung dan Polsek Dawan, yang dipimpin oleh Pamapta Ipda I Made Sudin, tiba di lokasi dan melakukan evakuasi. “Kami berhasil mengevakuasi kedua korban, namun Ni Komang Pande Arianti sudah tidak sadarkan diri, sementara Ruben Radu Kaka ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa,” jelasnya.
Kedua korban segera dilarikan ke RSUD Klungkung menggunakan mobil Kijang SPKT Polres Klungkung. Namun, meskipun telah dilakukan upaya medis, nyawa kedua korban tidak tertolong. Ni Komang Pande Arianti meninggal dunia setelah sampai di rumah sakit, dan jenazah Ruben Radu Kaka juga dinyatakan meninggal. Keluarga Ni Komang Pande Arianti menerima kepergiannya dengan ikhlas tanpa meminta dilakukan otopsi.
Pihak keluarga Ruben Radu Kaka menerima jenazah dan memutuskan untuk membawa almarhum ke Sumba, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya.
“Kami sangat berduka, namun kami pasrah menerima kenyataan ini,” ujar salah satu keluarga korban.
Peristiwa tragis ini kembali mengingatkan kita akan pentingnya kewaspadaan saat berada di sekitar aliran sungai, terutama ketika kondisi air sedang deras. Kejadian ini juga menyoroti pentingnya tindakan cepat dalam memberikan pertolongan serta pemahaman akan potensi bahaya di area yang memiliki arus kuat. Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati di lingkungan alam yang tidak terduga.(JpBali).



