Golkar Jembrana Bantah Isu Kocok Ulang Rekomendasi Setelah Munas

JEMBRANA, jarrakposbali.com ! Belakangan ini beredar isu Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana yang telah menerima rekomendasi calon Wakil Bupati Jembrana mendampingi I Nengah Tamba, posisinya masih goyah atau belum aman.
Isu ini dikaitkan dengan mundurnya Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar beberapa waktu lalu. Dimana rekomendasi calon Wakil Bupati Jembrana yang diterima I Made Suardana sebagai pendamping I Nengah Tamba ditandatangani oleh Airlangga Hartarto.
Diisukan setelah Ketua Umum terpilih dari hasil Munas Golkar, rekomendasi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari Partai Golkar akan dikocok ulang. Khusus di Kabupaten Jembrana kabarnya rekom yang diturunkan sebelumnya akan dibatalkan dan rekom baru akan diberikan kepada Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat), yang telah menyatakan diri bergabung dengan PDI Perjuangan.
Kemungkinan DPP Partai Golkar memberikan rekomendasi kepada Ipat yang akan mendampingi I Made Kembang Hartawan di Pilkada Jembrana Nopember 2024 mendatang karena bedasarkan hasil surve internal Partai Golkar, Ipat jauh mengungguli Made Suardana, sehingga disebut lebih layak menerima rekomendasi calon wakil kepala daerah.
Namun isu yang berhembus ini dengan tegas dibantah oleh Sekjen Partai Golkar Jembrana Komang Birawan. Dikonfirmasi Rabu, 21 Agustus 2024 melalui telpon, Komang Birawan mengatakan, dipastikan tidak akan dilakukan pengocokan ulang rekomendasi pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah dari DPP Partai Golkar untuk Pilkada Jembrana.
“Rekomendasi yang sudah keluar yang ditandatangani oleh Ketua Umum yang sudah mendurkan diri tetap berlaku dan rekom itu bisa untuk mendaftar di KPU,” tegas Komang Birawan.
Dengan demikian Partai Golkar telah menugaskan Ketua DPD Golkar Jembrana I Made Suardana untuk maju menjadi calon Wakil Bupati Jembrana di Pilkada Jembrana 27 Nopember 2024 mendatang mendampingi I Nengah Tamba yang didaulat menjadi calon Bupati Jembrana.
Namun saat ditanya, peluang Ipat sudah tertutup untuk mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar, Komang Birawan enggan untuk menjawab. Demikian halnya saat ditanya apakah nantinya Ipat akan dicoret sebagai kader Golkar, Komang Birawan juga engan memberikan keterangan.
“Untuk masalah itu saya tidak bisa memberikan jawaban karena itu kewenangan dari DPP Partai Golkar. Tapi yang jelas, Golkar Jembrana tetap solid mengikuti intruksi partai,” tutupnya.(ded)



