Klungkung

Sangku Desa Bakas Laksanakan Tirta Yatra ke Pura Menjangan

SEMARAPURA, jarrakposbali.com | Serangkaian hari lahirnya yang ke – 3 perkumpulan pemangku atau SANGKU, Desa Adat Bakas, laksanakan Tirta Yatra ke Pura Menjangan.

Tita Yatra ini bertujuan untuk menjalin keakraban dan berbagi informasi antar sesama pemangku dalam mengemban tugas sebagai pelayan umat,” ujar ketua perkumpulan pemangku Desa Bakas, Jero Mangku Swagina , Sabtu (9/12/2023).

Seperti diketahui bahwa perkumpulan pemangku atau SANGKU ini telah melakukan Tirta Yatra untuk yang ke – 2 kalinya.

“Dimana Tirta Yatra yang pertama kali kami laksanakan ke Pura Ulun Danu Batur pada 16 Januari tahun 2022 dan sekaligus pembentukan angga pemangku atau SANGKU,Desa Adat Bakas ,” ujarnya.

Dirinya juga akan selalu berupaya untuk melakukan kegiatan Tirta Yatra dalam setiap tahunnya dan nantinya akan diharapkan akan mampu untuk memberikan  sebuah motivasi dan pemahaman secara spiritual  dengan melaksanakan Tirta Yatra.

Penyarikan Desa Adat Bakas I Wayan Arsa, mengatakan bahwa dirinya dan sekaligus mewakili Desa Adat sangat menyambut baik atas kegiatan ini, karena Tirta Yatra ini selain untuk menambah wawasan tentang Pura-Pura yang ada di Bali, tetapi di samping itu ada banyak hal yang bisa di dapatkan oleh para Pemangku sebagai pemucuk di masing -masing Parahyangan .

“Jadi selain melayani umat , kami berharap Tirta Yatra ini bisa dijadikan sebuah inovasi positif buat kita semua, tentunya dengan tidak keluar dari koridor yang sudah ada di masing-masing Pura Kahyangan Tiga yang ada di Desa Bakas,” jelasnya.

Ditempat yang sama Wayan Widiana selaku tokoh masyarakat yang ikut mendampingi acara Tirta Yatra yang dilaksanakan oleh paguyuban Pemangku Desa Bakas.

Dirinya juga sangat mengapresiasi tentang kegiatan ini dan untuk kedepannya akan terus berupaya untuk lebih memaksimalkan tentang kegiatan  Tirta Yatra ini.

“Semoga tuhan selalu memberikan rahmatnya buat kita semua dan untuk ke depan kita bisa lebih bagus lagi,” pungkasnya.

Kutipan pesan  yang didapatkan dari Tirta Yatra ini adalah bahwa tubuh dan jasmani ini memang bisa sakit, tetapi janganlah membiarkan pikiran menjadi sakit.

Sesungguhnya kehidupan tidaklah pasti , namun kematian sudahlah pasti, bila kematian tiba, tidak ada yang bisa untuk dibawa, harta,tahta,serta kemewahan bukan lagi milik kita.

Nama dan kekuasaan semuanya akan sirna dan siapa yang akan mengiringi perjalanan kita akan lenyap, dan  dimana  tali ikatan teman, sahabat, keluarga, tercinta, hanya tinggal kenangan, jadi banyaklah berbuat kebajikan dan beramal. (tude/jpbali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button