Berita

USG dan Pemeriksaan Gigi Gratis di Desa Plaga: Menjaga Janin, Menjaga Masa Depan

Pengabdian Masyarakat Universitas Warmadewa Hadirkan Pemeriksaan Gratis dan Edukasi Kesehatan untuk Ibu Hamil di Badung

jarrakposbali.com, BADUNG – Senyum dan rasa lega terpancar dari wajah-wajah ibu hamil di Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Di sebuah balai praktik bidan mandiri milik Ni Putu Anom Artini, Amd.Keb., mereka tak hanya mendapatkan pemeriksaan USG gratis, tetapi juga penyuluhan dan skrining kesehatan gigi yang selama ini luput dari perhatian.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang digagas oleh Tim Pengabdi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar).

Mengusung semangat pelayanan dan pemberdayaan, program ini menyasar kelompok ibu hamil sebagai kelompok rentan yang perlu pendampingan berkelanjutan.

β€œIni bukan semata tentang pemeriksaan. Kami hadir untuk mendampingi para ibu hamil agar lebih paham pentingnya memantau kondisi janin dan menjaga kebersihan mulut demi tumbuh kembang bayi yang optimal,” jelas dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG Subsp. Obginsos(K)., M.M., selaku Ketua Tim Pengabdi, Selasa (6/8).

Dalam kegiatan yang menyentuh langsung lapisan masyarakat ini, dilakukan pendekatan edukatif melalui diskusi kelompok bersama 15 peserta lokal. Mereka diajak memahami pentingnya USG biometri untuk mengetahui posisi, ukuran, serta kesehatan janin.

Lebih dari itu, skrining gigi dan pengobatan dasar pun dilakukan oleh dokter gigi berpengalaman, mengingat infeksi mulut dan gusi pada ibu hamil dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan bayi berat lahir rendah.

Kegiatan dilengkapi dengan konseling individu, pembagian masker, hand sanitizer, obat-obatan, serta paket sembako sebagai bentuk perhatian menyeluruh terhadap kesehatan fisik dan mental ibu hamil.

Yang paling menggembirakan, kegiatan ini membawa dampak nyata. Hasil pre dan post-test menunjukkan peningkatan pemahaman signifikan: jika sebelumnya mayoritas peserta hanya meraih skor 30, pasca kegiatan ada yang mencapai nilai 70 hingga 90.

Ini bukti bahwa edukasi langsung di lapangan mampu menggugah kesadaran ibu hamil terhadap pentingnya perawatan selama kehamilan.

β€œSaya baru tahu kalau gigi juga bisa berpengaruh ke bayi dalam kandungan. Biasanya cuma fokus minum vitamin,” ungkap salah satu peserta, penuh haru.

Senada dengan itu, Made Yuni, warga setempat, berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara berkala.

β€œKami merasa diperhatikan. Ini bukan cuma soal pengobatan, tapi juga soal keadilan akses terhadap kesehatan,” ujarnya.

Program semacam ini menjadi cermin nyata kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam mewujudkan generasi sehat sejak dalam kandungan. Di balik alat USG portable dan stetoskop, ada harapan besar untuk masa depan yang lebih sehat bagi ibu dan anak Indonesia.(jpbali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button