Berita

Semangat Kemerdekaan Bergema di Gianyar: Peringatan HUT RI ke-80 di Alun-alun Kota

Bupati Mahayastra: “Merdeka hari ini adalah terbebas dari kebodohan, kemiskinan, dan tekanan”

jarrakposbali.com, BANGLI – Langit pagi di atas Alun-alun Kota Gianyar tampak begitu cerah ketika bendera Merah Putih perlahan dikibarkan ke udara.

Ribuan pasang mata mulai dari siswa, pramuka, anggota TNI-Polri, hingga pegawai Pemkab Gianyar serentak berdiri tegap memberi hormat.

Suasana khidmat itu menjadi penanda bahwa bangsa ini kembali merayakan perjalanan panjang kemerdekaannya yang kini memasuki usia ke-80 tahun.

Dengan mengusung tema “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, upacara bendera kali ini tak hanya menjadi seremonial, tetapi juga sebuah pengingat akan cita-cita luhur bangsa. 

Bupati Gianyar I Made Mahayastra menegaskan bahwa proklamasi adalah momen sakral yang mampu menyatukan seluruh rakyat Indonesia, tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

“Jika dahulu para pendahulu kita berjuang melawan penjajah, kini arti merdeka adalah bebas dari kebodohan, bebas dari kemiskinan, dan bebas dari segala bentuk tekanan,” ujar Mahayastra penuh semangat.

Usai prosesi, kebersamaan itu berlanjut dalam resepsi di Balai Budaya. 

Di sana, Bupati Mahayastra menyapa para veteran, menyerahkan penghargaan bagi inovator daerah, hingga memberikan remisi kepada narapidana di Lapas Gianyar.

Momentum itu seakan menegaskan bahwa kemerdekaan adalah milik semua lapisan masyarakat.

Sehari sebelumnya, tepat tengah malam, Bupati Mahayastra memimpin renungan suci di Taman Makam Pahlawan Kreta Kirttya Mandala. 

Dalam hening, doa-doa dipanjatkan sebagai penghormatan kepada para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa raga demi merah putih.

Di tengah riuh tepuk tangan, sorak gembira para pelajar, hingga senyum para veteran yang penuh kebanggaan, Gianyar menorehkan pesan sederhana namun mendalam, kemerdekaan bukanlah akhir, melainkan awal perjalanan panjang untuk terus menjaga persatuan dan menyejahterakan rakyat.

Ketika senja nanti bendera Merah Putih diturunkan dengan khidmat, semangat perjuangan para pahlawan akan tetap berkibar di dada setiap insan. 

Dari Gianyar, gema kemerdekaan itu kembali dihidupkan menjadi cahaya yang menuntun langkah bangsa menuju Indonesia yang benar-benar maju dan berdaulat.(jpbali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button