
SEMARAPURA, jarrakposbali.com – Pada Rabu 11 Febroari 2026 pagi, di rumah dinas Wakil Bupati Klungkung terasa sedikit berbeda. Suasananya tetap tenang, hanya saja ada aktivitas pendataan yang dilakukan oleh tim Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan. Momen ini menandai dimulainya rangkaian survei nasional yang digagas OJK, LPS, dan BPS untuk tahun 2026.
Pendataan bekerja mengikuti alur yang cukup sederhana. Petugas dari OJK Bali, LPS, dan BPS melakukan wawancara terstruktur kepada keluarga terpilih. Yang menarik adalah keluarga Wabup Tjok Surya ternyata menjadi salah satu responden di Klungkung. Putri tunggal beliau menjadi responden akhir sesuai prosedur sampling.
“Pendataan lapangan berlangsung dari 4 sampai 18 Februari. Survei ini mengukur pemahaman masyarakat tentang layanan keuangan dan juga tingkat penggunaan produk keuangan,” ujar Kepala OJK Bali, I Gusti Bagus Wijaya.
Di tingkat kabupaten, ada 210 kepala keluarga yang masuk dalam daftar responden. Teknis survei menyentuh banyak aspek keuangan yang sering kali tidak kita sadari sehari hari. Mulai dari tabungan hingga layanan asuransi, semua dicatat untuk melihat gambaran akurat kondisi literasi dan inklusi masyarakat.
“Saya berharap masyarakat menerima petugas dengan baik. Program ini bermanfaat untuk melihat sejauh mana pemahaman dan penggunaan layanan keuangan di daerah kita,” ucap Wabup Tjok Surya.
Pendataan yang dilakukan di rumah dinas Wabup Klungkung memberi kesan bahwa survei nasional semacam ini tidak hanya sekadar proses administratif. Ada upaya untuk memahami kebiasaan dan kebutuhan finansial masyarakat secara lebih dekat. Hasilnya akan menjadi bagian dari bahan kebijakan keuangan nasional yang lebih relevan dengan kondisi nyata.(JpBali).



