BangliBerita

ASITA Bali Salurkan Bantuan untuk Anak Piatu di Kintamani, Desa Songan B

BANGLI, jarrakposbali.com – Suasana sederhana terasa hangat di Banjar Kayu Padi, Desa Songan B, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Jumat (13/3/2026) siang. Beberapa pengurus Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Bali datang membawa bantuan untuk seorang anak piatu yang saat ini diasuh oleh keluarga setempat. Melalui program sosial bertajuk ASITA Care, organisasi pelaku industri perjalanan wisata tersebut menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Bantuan yang diberikan berupa kebutuhan pokok seperti sembako, pakaian bayi, popok, serta bantuan dana sebesar Rp6 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada keluarga yang saat ini merawat anak tersebut.

Kehadiran pengurus ASITA Bali disambut hangat oleh warga setempat. Selain menyerahkan bantuan, kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan yang memperlihatkan kepedulian sektor pariwisata terhadap kehidupan sosial masyarakat di sekitar destinasi wisata.

“Kami mewakili keluarga mengucapkan terima kasih atas kepedulian ASITA Bali. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga yang saat ini merawat anak tersebut,” ujar relawan kemanusiaan Desa Songan B, Made Nistra, SH.

Program ASITA Care sendiri merupakan kegiatan sosial yang rutin dilakukan oleh ASITA Bali. Program ini dirancang sebagai bentuk partisipasi pelaku usaha pariwisata dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut hadir Wakil Ketua Bidang Lingkungan Sosial dan Budaya ASITA Bali Nengah Yasa, Wakil Ketua Humas Kadek Darmayasa, Wakil Ketua Destinasi Wayan Subrata, serta anggota Board of Directors dan sekretariat ASITA Bali.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin ASITA Care. Sebagai pelaku usaha pariwisata, kami juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berbagi dengan masyarakat,” kata Wakil Ketua Bidang Lingkungan Sosial dan Budaya ASITA Bali, Ketut Sediya Yasa.

Kegiatan sosial seperti ini juga dipandang sebagai cara menjaga hubungan yang baik antara sektor pariwisata dengan masyarakat di sekitar kawasan destinasi wisata. Interaksi semacam ini sering menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata di Bali.

“ASITA sebagai organisasi pengusaha perjalanan wisata selalu berupaya menjaga hubungan yang harmonis, tidak hanya dengan mitra bisnis tetapi juga dengan masyarakat di sekitar destinasi wisata,” ungkap Wakil Ketua Humas ASITA Bali, Kadek Darmayasa.

Selain kegiatan sosial, pengurus ASITA Bali juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan. Kawasan Kintamani dikenal memiliki daya tarik wisata yang kuat sehingga kebersihan dan kenyamanan menjadi hal yang terus diperhatikan.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan agar destinasi wisata tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan,” ujar Wakil Ketua Destinasi ASITA Bali, Wayan Subrata.

Melalui kegiatan ASITA Care, ASITA Bali berupaya menghadirkan kepedulian sosial yang berjalan seiring dengan perkembangan pariwisata. Di banyak kesempatan, kegiatan sederhana seperti ini sering menjadi pengingat bahwa keberadaan industri pariwisata juga bertaut dengan kehidupan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button