BeritaKlungkung

Bawaslu Hadir, Harapan Anak Panti Kembali Dinyalakan

SEMARAPURA, jarrakposbali.com – Pagi itu terasa sedikit berbeda di Panti Asuhan Semaraputra, Semarapura. Tawa anak-anak terdengar lebih lepas, diselingi percakapan hangat yang mengalir tanpa jarak. Kehadiran jajaran Bawaslu Provinsi Bali dan Bawaslu Kabupaten Klungkung membawa sesuatu yang sederhana, tetapi terasa berarti. Bukan hanya bantuan, melainkan juga perhatian yang sering kali menjadi hal yang paling diingat.

Kunjungan yang berlangsung pada Selasa, 31 Maret 2026 ini menjadi salah satu cara Bawaslu merayakan rasa syukur, yang kemudian diterjemahkan dalam bentuk kepedulian. Di banyak kesempatan, kegiatan seperti ini memang terlihat sederhana. Namun bagi anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan, kehadiran orang-orang yang peduli sering kali menjadi energi baru.

Sebanyak 31 anak diasuh di panti ini, dengan latar belakang yang beragam. Ada yang hidup dengan disabilitas, ada yang kehilangan orang tua, dan ada pula yang pernah mengalami situasi sulit dalam hidupnya. Dalam keseharian, mereka tidak hanya belajar bertahan, tetapi juga perlahan membangun kemandirian melalui kegiatan seperti beternak, berkebun, hingga mengelola kolam ikan.

Yang menarik, pesan yang disampaikan dalam kunjungan ini tidak berhenti pada bantuan fisik. Ada ruang dialog yang dibangun, di mana anak-anak diajak melihat masa depan dari sudut yang lebih luas. Tentang kemungkinan, tentang kesempatan, dan tentang keberanian untuk bermimpi.

“Jangan berkecil hati. Teruslah berlatih dan berusaha, karena di luar sana masih banyak peluang yang bisa diraih,” ujar Gede Sutrawan.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam sistem demokrasi, setiap orang memiliki peluang yang sama untuk tumbuh dan mengambil peran, termasuk menjadi pemimpin di masa depan.

Senada dengan itu, I Nyoman Gede Putra Wiratma menekankan pentingnya menjaga semangat dan harapan.

“Teruslah ceria, tetap berdoa, dan percaya bahwa cita-cita itu bisa dicapai,” ungkapnya.

Sementara itu, I Komang Supardika melihat momentum ini sebagai pengingat bahwa demokrasi selalu memberi ruang bagi siapa saja. Ia juga mengajak anak-anak untuk mengenal sosok Abdurrahman Wahid sebagai contoh tentang bagaimana mimpi besar bisa tumbuh dari proses yang panjang.

Di akhir kegiatan, suasana kembali tenang. Namun ada kesan yang tertinggal cukup lama. Kadang, yang dibutuhkan bukan sesuatu yang besar. Cukup kehadiran, percakapan, dan keyakinan bahwa masa depan tetap terbuka.

Bagi anak-anak di Panti Asuhan Semaraputra, hari itu menjadi satu catatan kecil dalam perjalanan mereka. Sebuah pengingat bahwa di luar sana, masih ada banyak pintu yang bisa diketuk, dan selalu ada alasan untuk terus melangkah.(JpBali).

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button