Lahan Bekas Sungai Di Kapling Investor, Warga Dangin Tukad Aya Minta Tranfarasi Dari Desa

JEMBRANA, jarrakposbali.com | Lahan tukad mati (bekas sungai) di Dusun Sebual, Desa Dangin Tukad Aya, Kecamatan Jembrana, Jembrana, yang ikut terkena kapling oleh investor sampai saat ini masih dipertanyakan warga.
Lahan seluas sekitar 19 are tersebut terbentuk lantaran adanya penimbunan bekas sungai pada tahun 2017 lalu. Dimana penimbunan tersebut sesuai permintaan dari pihak desa, dilakukan oleh investor Grand City, yang rencananya akan membangun perumahan di sebelah bekas sungai tersebut.
Namun kondisi itu mencuatkan pertanyaan dari warga, dikarnakan pihak investor tidak hanya membuat kaplingan perumahan di lahan miliknya, melainkan lahan bekas sungai tersebut juga ikut dikapling investor.
“Ivestor kan beli tanah di sebelah, kok tanah bekas sungai juga di kapling ?” Tanya I Made Widiarsa, salah seorang warga di Desa Dangin Tukadaya
Warga menyayangkan pihak desa membiarkan hal tersebut dan diduga sudah ada ijin dari kepala desa terkait hal tersebut. Sehingga menimbulkan dugaan adanya permainan antara investor dan pihak desa.
“Itu kan tanah milik negara, harus ada ijin dari pihak terkait. Mestinya kepala desa tidak punya wewenang untuk memeberikan tanah tersebut kepada investor untuk dikapling” ungkapnya, Jumat (30/9/2022).
Widiarsa yang juga merupakan wakil ketua aliansi masyarakat desa (AMD) Dangin Tukad Aya menyebutkan, pihaknya juga sudah sempat mendatangi pihak – pihak terkait di Kabupaten Jembrana, namun tidak menemukan hasil alias mentok.
Selain itu, pihaknya juga sundah sempat meminta pihak desa untuk melakukan mediasi kepada warga terkait hal tersebut, namun permintaan tersebut oleh pihak desa ditolak lantaran alasan protokol kesehatan yang saat itu sedang pandemi covid 19.
Pihaknya berharap, menghindari adanya dugaan dari warga, pihak desa mau bermediasi atau mengundang perwakilan masyarakat desa untuk menerangkan hal tersebut agar adanya transparasi.
Terkait hal tersebut, Kepa Desa Dangin Tukad Aya I Gusti Putu Murdi belum bisa menyampaikan tanggapannya. Saat dikonfirmasi melalui telepon, dirinya menyebutkan sedang dalam kesibukan diluar daerah.(ang)



