
GIANYAR, jarrakposbali.com | Akibat hujan lebat yang menguyur lintasan tangga jalan Gangga Rafting menuju sungai Ayung telah terjadi bencana alam tanah longsor yang menyebabkan rombongan wisatawan Gangga Rafting meninggal dunia pada pukul 14.00wita, bertempat di Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Kamis (25/11/2021).

Adapun rombongan Wisatawan tersebut berjumlah 7 orang dengan 2 pemandu Gangga Rafting, dengan rincian dengan jumlah peserta 4 orang dari Semarang di pandu okeh Dewe Ngakan Made Putra, dan 3 orang lainnya berasal dari Bali, Swedia dan Jawa Tengah di pandu oleh Dewe Ngakan Putu Arta.
Kronologi kejadian berawal pada pukul 13.00 Wita kedua rombongan bersama 2 Pemandu berangkat dari Kantor Gangga Rafting yang berlokasi di jalan Raya Kedewatan dengan menggunakan 1 unit mobil Suzuki Carry Pick Up menuju Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.
Pukul 13.15 WITA rombongan tiba di areal parkir Banjar Begawan Desa Melinggih Kelod Kecamatan Payangan selanjutnya langsung turun menuju sungai Ayung ( lokasi titik Start Rafting) dan pada pukul 13.25 WITA Saksi Dewa Ngakan Made Putrayasa ( Pemandu 1 ) mendahului turun untuk melakukan pengecekan kondisi air yang diikuti oleh rombongan yang dikawal oleh saksi Dewa Ngakan Putu Arta(Pemandu 2 ).
Mengingat cuaca hujan deras dan air sungai ayung besar kemudian kedua Pamandu berkoordinasi dengan mengambil keputusan untuk kegiatan Rafting di cancel, dan hal tersebut disetujui oleh rombongan Rafting dan selanjutnya rombongan rafting kembali naik menuju lokasi parkir.
Selanjutnya, Pukul 14.00 WITA pada jalan naik sekitar 300 M dari Start point Rafting terjadi tanah longsor yang menimpa ke 4 Korban. Pada saat kejadian kedua Pemandu berusaha menolong Korban yang tertimbun dengan berhasil menyelamatkan Korban atas nama, Finna Lianty dan pada saat melakukan pertolongan kembali terjadi longsor susulan.
Atas kejadian tersebut selanjutnya Saksi Dewa Ngakan Made Putrayasa ( Pemandu 1 ) melalui HP menghubungi Kantor Gangga Rafting, sedangkan Saksi Dewa Ngakan Putu Arta ( Pemandu 2 ) berusaha untuk naik ke parkiran dengan mencari jalan pintas meminta Pertolongan kepada warga sekitar.
Dan tidak lama kemudian, Pukul 14.30 wita Personil Polsek Payangan yang di Pimpin Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya, S.H turun ke Lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap Korban yang selamat atas nama , Finna Lianty ke RS.Payangan.
“Penyebab terjadinya longsor diperkirakan karena hujan Lebat dengan kondisi tanah labil geografi curam,” ujarnya.
Kemudian pada pukul 15.00 wita tim BPBD Kabupaten Gianyar tiba di lokasi selanjutnya melakukan upaya Evakuasi terhadap Korban, dimana untuk sementara total jumlah Korban yang dievakuasi sebanyak 3 orang ( 1 Korban Selamat dengan luka berat dan 2 Korban Meninggal Dunia) sedangkan saat ini, 1 Korban masih dilakukan upaya Evakuasi yang masih tertimbun tanah. Dan setelah itu pada pukul 17.15 wita Tim SAR Polda Bali (5 personil di pimpin oleh AKP EDDY ) dan Basarnas Provinsi tiba di lokasi dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap 1 korban yang masih tertimbun tanah.
Korban yang tertimbun longsor berjumlah 4 orang yaitu ;
1. NARYATI Alias GINA, Perempuan, 36 tahun, Islam, alamat Lingkungan Penusupan RT/RW 004/007 Kelurahan Penusupan, Kecamatan Cilongok Banyumas, Jawa Tengah (Meninggal dunia) sudah dievakuasi jenazah dititip di RS Payangan
2. FINNA LIYANTY, perempuan, 38 th, pek. Dokter, agama Katolik, alamat Kp. Kontrakan, RT/RW 1/8, Desa Kadu Jaya, Kecamatan. Curug, Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten, sudah dievakuasi dengan kondisi luka berat (robek pada kepala sebelah kiri, kaki kiri patah, lutut kanan lecet) menjalani perawatan di RS Payangan dan dirujuk ke RS Sanglah.
3. JULIUS HANS WIJAYA, laki, 10 Th, alamat sda, meninggal dunia sudah dievakuasi dan jenazah masih dititip di RSU Payangan.
4. MARVEL WIJAYA, laki, masih tertimbun longsoran ( evakuasi dilanjutkan besok pagi )
Pada Pukul 17.58 WITA Kapolres Gianyar Saat ini Kapolres Gianyar AKBP I Made Bayu Sutha Sarthana SIK.MH tiba dilokasi kejadian untuk meninjau proses evakuasi korban.
“Proses pencarian korban dihentikan mengingat situasi di TKP gelap / malam dan dilanjutkan besok pagi hari Jumat tanggal 26 Nopember 2021,”ucapnya.
Ditambahkan-nya juga pada pukul 21.00 wita korban luka berat atas nama Finna Lianty dirujuk ke RS Sanglah dengan menggunakan ambulance RSU Payangan dan diikuti pihak keluarga dan suaminya.
“Sementara Jenazah 2 korban meninggal dunia masih dititip di RSU Payangan,” bebernya.
Hasil Visum luar para korban sesuai keterangan dokter jaga RSU Payangan atas nama dr. Ni Putu Ayu Luwih Adnyani menerangkan bahwa , mayat dengan identitas Naryati alias Gina, mengalami luka terbuka pada kepala bagian belakang sisi kanan, pada pelipis kanan 7 cm luka lecet, pada dahi sisi kiri luka lecet, pada bahu bagian belakang luka lecet, luka lecet pada bahu kanan dan kiri, luka lecet pada punggung kiri dan kanan, lecet pada tangan kiri, lengan kiri dan kaki kiri lecet.
Sedangkan mayat dengan identitas Julius Hans Wijaya, masih dititip di RSU Payangan mengalami luka lecet pada dahi kanan, luka terbuka pada kepala bagian belakang sisi kanan, luka terbuka pada leher sisi kanan, memar pada bagian dada, luka memar pada kaki kanan dan kiri, pada bibir bagian dalam terdapat tanah dan pasir.
” Sebab kematian secara medis tidak bisa ditentukan karena tidak dilakukan pemeriksaan dalam,” tambahnya.
Setelah itu korban luka berat atas nama Finna Lianty di rujuk RS Sanglah Denpasar mengalami, luka terbuka lebar di kepala bagian depan atas patah dan pada bahu kanan patah, pada paha kiri luka lecet pada kaki dan tangan.
Kekuatan personil yang dilibatkan dalam pencarian korban bencana alam di begawan melibatkan Basarnas 15 Personil, BPBD 22 Personil, Polres Gianyar dan Polsek Payangan 40 Personil, Sar Polda Bali 10 personil, Pmi 8 personil, TNI 3 personil, Rsu Payangan 12 personil, Keamanan Payangan 12 personil dan Relawan Masyarakat 15 personil.

Sementara kedua mayat masih dititip di RSU Payangan dan Martin Indra Wijaya selaku suami Finna Lianty belum bisa dimintai keterangan karena kondisi psikologis yang bersangkutan dan masih menemani korban di RS Sanglah Denpasar (td/JP).



