BeritaKlungkung

Nusa Penida Menuju Era Hijau, Bupati Satria Terima Peta Jalan Elektrifikasi Pulau Wisata Dunia

KLUNGKUNG, jarrakposbali.com – Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata yang terus mengalir ke Nusa Penida, Pemerintah Kabupaten Klungkung memilih untuk tidak hanya berbicara tentang pembangunan, tetapi juga tentang masa depan. Sebuah masa depan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Langkah itu semakin nyata ketika Bupati Klungkung, I Made Satria, menerima hasil Studi Kelayakan (Feasibility Study) dan Opportunity Business Case (OBC) Program Elektrifikasi Kendaraan Nusa Penida dari PT Inako Kreta Udhaya (INAKO), Selasa (10/6).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan transformasi Nusa Penida menuju konsep Green Island, sebuah pulau wisata yang tidak hanya memikat dunia dengan keindahan alamnya, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Kajian yang disusun INAKO memetakan berbagai peluang penerapan kendaraan listrik di Nusa Penida, mulai dari kesiapan infrastruktur hingga potensi pengurangan emisi karbon yang selama ini menjadi tantangan di kawasan wisata yang terus berkembang.

“Nusa Penida memiliki posisi yang sangat strategis sebagai destinasi wisata kelas dunia. Karena itu, kita harus mulai memikirkan langkah-langkah jangka panjang agar pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan,” ujar Bupati I Made Satria.

Tak hanya menyerahkan hasil kajian, PT Inako juga menunjukkan komitmen nyata melalui bantuan empat unit sepeda motor listrik yang akan langsung digunakan untuk mendukung aktivitas operasional di Pulau Nusa Penida. Bantuan tersebut menjadi simbol dimulainya transisi menuju sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Elektrifikasi kendaraan dinilai sebagai salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan polusi udara yang berpotensi meningkat seiring bertambahnya jumlah kendaraan dan kunjungan wisatawan setiap tahun.

“Elektrifikasi mobilitas ini bukan sekadar perubahan teknologi, tetapi langkah strategis menuju kawasan wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan. Ini adalah investasi untuk masa depan Nusa Penida dan generasi yang akan datang,” tegas Bupati Satria.

Dengan diterimanya hasil studi kelayakan tersebut, Klungkung kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menyusun kebijakan dan langkah implementasi menuju transportasi rendah emisi di Nusa Penida. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi bukti bahwa pembangunan tidak harus mengorbankan lingkungan. Dari pulau yang selama ini dikenal karena tebing-tebing eksotis dan laut birunya, Nusa Penida kini mulai menapaki jalan baru: menjadi ikon pariwisata hijau Bali yang mampu menginspirasi kawasan wisata lainnya di Indonesia.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button