Bumi Makepung Bersama Tamba-Ipat Menuju Jembrana Emas

JEMBRANA, jarrakposbali.com I Pemerintah Kabupaten Jembrana, saat ini sedang gencar-gencarnya mendengungkan program menuju Jembrana Emas 2024.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba, meyakini tahun 2024 mendatang Bumi Makepung Jembrana sudah masuk pada era keemasannya. Tentunya, seluruh masyarakatnya mengalami peningkatan ekonomi dan sejahtera.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tamba saat bertemu CEO Jarrak Pos I Putu Sudiartana, Jumat (18/3) Siang di Denpasar.
Menurut Tamba, setiap rumah tangga di Jembrana, bisa mempunyai Home Industry. Mereka akan melayani 10 juta orang yang datang di Jembrana, baik itu buahnya, sayurnya, ikannya, dagingnya, jasanya. Menurut Tamba, itulah Jembrana Emas, sebagai program jangka panjang dikepemimpinannya.
Saat ditanya program jangka pendek, Tamba menjelaskan, pihaknya mematangkan APBD. Pihaknya berharap senua bisa terserap semua dalam bulan April ini. Kemudian baru project-project strategis yang ada di Jembrana, dan PEN penanaman modal untuk swasta.
‘Jika dikerjakan tahun ini, maka akan selesai tahun 2025. Dengan dikerjakannya proyek-proyek ini, kita berharap masyarakat Jembrana langsung dapat kerja dan ekonomi akan bergerak disitu,” terangnya.
Lanjut Tamba, banyak potensi di Jembrana yang bisa digali, seperti di Kecamatan Pekutatan ada KBS (Kopi Bali Semesta) seluas 600 hektar. Di Kecamatan Mendoyo ada Mitra Prodin seluas 6 hektar untuk 6.000 tenaga kerja. Ini juga ada di Kecamatan Negara dan Melaya.
Untuk mendukung itu semua menurut Tamba, pihaknya sudah mempersiapkan anggaran untuk pelatihan.
“Makanya gesture APBD kita ke depan itu sudah berubah, lebih banyak kepada pelatihan, contoh kepada petani kita untuk mulai belajar menanam pohon, buah, padi, dan sayur mayur,” tutur Tamba.
Kemudian bagi anak-anak muda akan diadakan pelatihan semi enterpreneur, dan hari ini UMKM di Jembrana menurut Tamba sudah menggeliat. Bahkan jika dibandingkan, UMKM Jembrana paling aktif saat ini.
Pihaknya juga sudah memilih 12 Desa kreatif dan sudah dinobatkan olah Menteri Sandiaga Uno. Persiapan udang vaname juga, itu merupakan industri perudangan, jangan dilihat udang paname tapi lihat turunannya nanti.
“Begitu panen turunannya itu nanti UMKM ada restoran udang vaname, krupuk udang vaname, terasi udang vaname, ada jajan udang vaname,” imbuh Tamba.
Yang membanggakan menurut Tamba, dirinya sudah dihubungi oleh beberapa orang di Jepang dan di Australia, terkait permintaan tenaga kerja.
Namun kendalanya saat ini adalah masa pandemi covid-19. Meskipun saat ini dicetak tenaga kerja, menurut Tamba, belum tentu bisa masuk ke negara Jepang maupun Australia atau negara lainnya.
Pihaknya juga sudah merancang Jembrana satu data. Informasi apapun itu menurut Tamba ada di satu data, baik itu geografis, kependudukan, ekonomi, sosial, budaya. Sehingga masyarakat luar gampang sekali mengetahui Jembrana.
“Tinggal klik Jembrana satu data sudah keluar semua. Ini akan menjadi barometer dan kita juga sediakan ruang investasinya, industri, wisata, sawah, agronya juga, itu jelas semuanya,” tutup Tamba.(ded)



