Berita

I Wayan Mariyana Wandira , Konsistensi, Kepemimpinan, dan Dedikasi untuk Denpasar

Dua periode menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar dan tiga kali memimpin Golkar Denpasar, I Wayan Mariyana Wandira menunjukkan komitmen tanpa henti dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat, mengawal pembangunan, dan merawat lingkungan.

jarrakposbali.com, DENPASAR – Di panggung politik Denpasar, nama I Wayan Mariyana Wandira bukan sekadar tokoh publik, ia adalah representasi dari konsistensi, kepemimpinan, dan dedikasi yang teruji waktu.

Sejak terpilih sebagai Wakil Ketua I DPRD Denpasar periode 2019–2024 dari Fraksi Golkar pada 12 September 2019, Wandira telah menjadi figur yang tak hanya aktif di gedung dewan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat.

Kepercayaan publik tidak berhenti di situ. Pada periode 2024–2029, ia kembali diamanahkan sebagai Wakil Ketua II DPRD Kota Denpasar, membawa fokus pada isu-isu strategis, mulai dari percepatan pengelolaan sampah hingga penguatan alat kelengkapan dewan (AKD).

Dengan kepemimpinannya, isu lingkungan, khususnya overkapasitas TPA Suwung, menjadi agenda prioritas yang terus ia dorong solusinya, termasuk penerapan pemilahan sampah organik dan non-organik.

Di ranah partai, Wandira dikenal sebagai sosok pemersatu. Terpilih tiga kali berturut-turut sebagai Ketua DPD II Golkar Denpasar (2020–2025) secara aklamasi, ia berhasil menjaga soliditas internal partai di tengah dinamika politik lokal.

Ia mendorong kader Golkar untuk selalu hadir di masyarakat, menyerap aspirasi, dan mengartikulasikannya dalam kebijakan yang nyata.

Kiprahnya di bidang legislasi juga mencatat peran penting. Ia menjadi koordinator dalam pembentukan panitia khusus (Pansus) untuk membahas rancangan Perda tentang pajak daerah dan retribusi di kawasan Ekonomi Khusus Kura-Kura Bali.

Dalam fungsi pengawasan, ia vokal meminta Komisi III DPRD melakukan kontrol ketat terhadap proyek strategis seperti revitalisasi Pasar Kumbasari, penataan Jalan Gajah Mada, dan pengembangan Pantai Sanur.

Baginya, transparansi dan akuntabilitas adalah kunci agar pembangunan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Keberhasilan Wandira tidak datang tiba-tiba. Ia membangunnya melalui kerja keras, komunikasi yang terbuka, serta keberanian bersikap di tengah perbedaan.

Seperti yang sering ia tekankan kepada rekan-rekan partai.

“Politik bukan sekadar jabatan, tapi amanah untuk hadir, mendengar, dan bekerja.”

Kini, dengan perjalanan panjangnya, I Wayan Mariyana Wandira terus melangkah, menjaga keseimbangan antara membangun kota, merawat lingkungan, dan memelihara kepercayaan publik.

Sebuah kisah sukses yang mengajarkan bahwa dedikasi adalah investasi politik terbaik.(jpbali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button