Berita

1.010 Layangan Hiasi Langit Pedungan, Wawali Arya Wibawa Buka Pitik Kite Festival 2025

Festival layangan tahunan di Banjar Pitik Pedungan kembali hadir dengan gebyar budaya, kreativitas, dan persaudaraan yang membentang setinggi langit.

jarrakposbali.com, DENPASAR – Langit Pedungan sore itu tampak berbeda. Ribuan benang layangan menjuntai dari tanah, membentang menuju angkasa yang biru berhiaskan awan tipis.

Di antara riuh suara sorak peserta dan dentingan gamelan yang mengalun, satu momen spesial menjadi pusat perhatian, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menarik tali layang-layang “Poleng” yang gagah berkibar, menandai resmi dimulainya Pitik Kite Festival 2025.

Festival ini bukan sekadar lomba layangan. Sejak pertama kali digelar oleh Sekehe Teruna (ST) Setia Remaja Banjar Pitik Pedungan sepuluh tahun lalu, ia telah menjelma menjadi ajang pelestarian budaya, sekaligus ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda.

Tahun ini, sebanyak 1.010 layangan dari berbagai daerah ikut bertarung dalam 15 kategori, mulai dari Bebean, Janggan Buntut, Pecukan, hingga kreasi unik seperti Celepuk cutting dan Cotek Blolong.

Di hadapan ribuan warga yang memadati Carik Abasan Sari, Arya Wibawa menyampaikan apresiasinya. “Layang-layang adalah warisan budaya khas Bali. Jenis seperti bebean, janggan, dan pecukan hanya bisa ditemukan di sini.

Selain nilai budaya, kegiatan ini juga menumbuhkan kekompakan dan kreativitas, bahkan punya potensi nilai ekonomi,” ujarnya sambil tersenyum memandang langit yang mulai semarak.

Tak kalah semangat, Ketua Panitia I Komang Yoga Cahyadi Putra menuturkan perjalanan festival ini. Dari sebuah lomba sederhana, kini berkembang menjadi kompetisi prestisius memperebutkan Piala Bergilir Walikota Denpasar.

“Terima kasih kepada Pemkot Denpasar dan semua pihak yang mendukung. Semoga festival ini terus menjadi kebanggaan Pedungan dan Denpasar,” ucapnya penuh harap.

Hadir pula Anggota DPRD Kota Denpasar Anak Agung Anak Ngurah Gede Wirawan, Jro Bendesa Adat Pedungan I Gusti Putu Budiarta, Plt. Camat Denpasar Selatan Ida Bagus Made Purwanasara, Lurah Pedungan I Kadek Ermanto, serta tokoh masyarakat setempat.

Sore menjelang senja, langit Pedungan semakin berwarna. Ratusan layang-layang raksasa menari bersama angin, membawa pesan persaudaraan dan semangat menjaga warisan budaya Bali.

Dan di bawahnya, senyum warga merekah, seolah yakin bahwa tradisi ini akan terus membubung tinggi, setinggi layangan yang menghiasi langit sore itu.(jpbali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button