BangliBerita

195 Usulan Mengalir dari Susut untuk Bangli 2027

BANGLI, jarrakposbali.com – Di Ruang Rapat Kantor Camat Susut, pada 4 Februari 2027, gagasan-gagasan pembangunan mengalir seperti denyut harapan. Musrenbang RKPD Tahun 2027 bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang pertemuan antara aspirasi desa dan arah pembangunan daerah. Dari forum ini, masa depan Kecamatan Susut mulai dirancang bersama.

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 Kecamatan Susut menghadirkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan desa. Kehadiran yang hampir lengkap menjadi cermin keseriusan semua pihak untuk merumuskan prioritas pembangunan yang benar-benar berpihak pada kebutuhan warga.

Sebanyak 195 usulan pembangunan dari seluruh desa telah masuk melalui aplikasi SIPD. Usulan-usulan tersebut menjadi bahan utama untuk ditelaah, diverifikasi, dan diprioritaskan agar selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Bangli.

Camat Susut I Dewa Putu Apriyanta menegaskan pentingnya kualitas hasil Musrenbang.

“Musrenbang ini harus kita jalankan dengan serius. Hasilnya harus mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat dan mampu menjawab tantangan pembangunan di Kecamatan Susut,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Camat Susut terhadap pemerintah desa yang telah melaksanakan Musrenbang Desa tepat waktu. Tingginya tingkat kehadiran peserta menjadi bukti bahwa semangat kolaborasi masih terjaga, dan pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi kerja bersama.

Kepala Dinas PMDPPKB Kabupaten Bangli menekankan pentingnya keselarasan program.

“Setiap usulan harus sejalan dengan program pusat, provinsi, dan kabupaten, serta memperhatikan pembangunan infrastruktur, pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya,” katanya.

Dalam forum tersebut, perwakilan Bappeda Kabupaten Bangli memaparkan arah kebijakan pembangunan tahun 2027. Diskusi antara perangkat daerah dan perwakilan desa berlangsung dinamis, membuka ruang klarifikasi, penyempurnaan, dan penguatan usulan agar lebih terukur dan berdampak.

Perwakilan Bappeda Kabupaten Bangli menyampaikan,“Musrenbang bukan hanya soal daftar usulan, tetapi proses menyusun prioritas yang realistis, terukur, dan sesuai dengan kapasitas daerah.”

Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Susut pun ditutup dengan harapan yang sama: agar setiap usulan tidak berhenti di atas kertas, tetapi menjelma menjadi program nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat. Dari Susut, peta pembangunan Bangli 2027 mulai digambar pelan, terencana, dan penuh makna.(JpBali).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button