BeritaDaerah

Begini Ujar Widiana ! Dapil Banjarangkan Yang Merasa Di Anak Tirikan, Terkait Tentang Pembangunan Infrastruktur

KLUNGKUNG, jarrakposbali.com | Dari unggahan  yang ada di Group Klungkung Era Baru, (26/2).Dengan judul “Desa Wisata Bakas Nasibmu Kini” Awak media jarrakposbali mencoba mengkonfirmasi  unggahan tersebut dengan Dewan asal Desa Bakas yang menjadi dapil Banjarangkan, Sabtu (26/2/2022).

Dalam wawancaranya via telepon Widiana , membenarkan tentang unggahan tersebut.

“Kami akan naikan ini secara bertahap,” ungkapnya.

Kemudian dia menceritakan sebenarnya dari tahun 2018 pihaknya sudah mengusulkan beberapa infrastruktur tentang Desa Wisata. Dan sudah mengikuti proses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Tetapi begitu di penganggaran usulanya hilang ,” bebernya.

Dia pun menambahkan, kenapa dia muat di sosmed, karena di tahun 2022 jalan Bakas juga tidak masuk di penganggaran, dan di tahun 2021 dimaklumi karena itu masuk di penganggaran BKK Provinsi Bali, karena tidak sesuai dengan target dan memang itu di refocusing.

“Kenapa stage Ceningan dan toilet menjadi prioritas pembangunan dimasa pandemi, “jelasnya.

Di masa Pandemi sebenarnya itu tidak harus diprioritaskan, ada yang lebih prioritas yaitu Ambulan laut, jadi tahapan – tahapan yang sudah di lalui seakan-akan di habisi oleh kepentingan.

“Itu yang membuat saya kesal, ini akan terus saya beritakan secara bertahap terkait saya dari dapil Banjarangkan, ” imbuhnya.

Pada saat    Musyawarah perencanaan pembangunan kecamatan ( Musrenbangcam ) dengan seluruh Prebekel Se-Kecamatan Banjarangkan, Kita sudah jelas sampaikan kepada Bapak Bupati, I Nyoman Suwirta.

“Dapil Banjarangkan ini sudah menjadi anak tiri, terkait dengan pembangunan-pembagunan infrastruktur, jalan jalur Bakas – Getakan, Jalan di Dusun Pemenang ,Nyalian, sudah diajukan tetapi belum ada realisasinya,”tuturnya.

Kalau dibandingkan dengan Kecamatan yang lain, Banjarangkan belum ada pembangunan yang menonjol.

“Apalagi dengan Nusa Penida, tidak perlu lagi, berapa sudah anggaran ke sana, tapi Banjarangkan itu mana, “jelasnya.

Dulu Nusa Penida itu di anak tirikan sekarang Banjarangkan menjadi anak tiri.

” Kami sebagai Wakil Rakyat Dapil Banjarangkan, menuntut keadilan, ” tegasnya.

Dijelaskan-nya juga pembangunan yang fenomenal seperti Stade, kenapa harus di bangun di Ceningan, kalau misalnya harus di Nusa Penida kenapa tidak di Nusa Gede.

“Kok semuanya di Nusa Ceningan, selain jauh, kepulauan-nya kecil, “katanya.

Sedangkan Banjarangkan, 2 Kali anggaran itupun  kecil – kecil dan belum selesai sampai saat ini, seperti tebing – tebing-nya, yang masih rawan dengan longsor. Dan belum menjadi prioritas, dan pada tahun 2018 dia sudah pernah mengungah di salah satu media, dimana dalam unggahan-nya menyebutkan bahwa, “Banjarangkan Tidak Dapat Kue APBD”.

” Makanya dibuatkan itu satu perbatasan,”ucapnya.

Selanjutnya dia pun menambahkan bahwa, pada saat   Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) dia selaku Dapil Banjarangkan, dengan Seluruh perwakilan Kepala Desa Se – Kecamatan Banjarangkan, Banjarangkan dengan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia-nya, semampu dan sebisa mungkin untuk menggali potensi. Sehingga kelihatanlah Banjarangkan itu bergeliat.

Disisi lain di mana peran Pemerintah yang seharusnya, bisa mengatensi sebegitunya gerakan Masyarakat baik dengan urunan -urunan, sehingga terjadi sampai saat ini.

“Dimana apresiasi Pemerintah untuk kita, “ucapnya.

Kemudian Khusus untuk Desa Wisata Bakas, prestasi yang sudah diraih, dengan berbagai  event yang sudah pernah di ikuti baik dari Desa Wisata Award, Desa Wisata Nusantara sehingga sampai menjadi Desa binaan dari Kemenparekraf. Dan itu tidak hanya sekedar mendaptar tetapi itu butuh biaya. Dan sampai  mendatangkan tim khusus, untuk turun itu dana-nya dari pribadi.

“Tetapi kenapa Pemerintah dengan APBD yang ada, tidak bisa membantu kami dengan infrastruktur, ” Itu ada apa “, pungkasnya. (td/JP).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button