BeritaBulelengDaerahKesehatan
Trending

Inovatif! Limbah Pasar di Buleleng Diubah Jadi Disinfektan dan Pupuk

SINGARAJA, Jarrak Pos Bali – Sebuah terobosan inovatif dilakukan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Arga Nayottama Kabupaten Buleleng lewat limbah pasar.

Terobosan itu adalah mengoptimalkan sampah di seluruh unit pasar yang ada di Kabupaten Buleleng dan diubah menjadi eco enzyme.

Adapun limbah pasar yang dijadikan eco enzyme berasal dari buah dan sayur.

Eco enzyme ini dibuat sebagai pengganti disinfektan sekaligus untuk pupuk.

Pembuatan eco enzyme dari limbah pasar di Buleleng ini berawal sejak munculnya pandemi Covid-19 yakni di awal tahun 2020.

Alasan lainnya, karena kebutuhan akan disinfektan yang tinggi, sehingga memunculkan ide pembuatan eco enyzme sebagai pengganti disinfektan.

[irp]

Selain itu, eco enyzme ini juga dapat dijadikan pupuk serta penetralisir bau.

Diawal pembuatan, Perumda Pasar Arga Nayottama hanya melibatkan anggotanya sendiri dengan panduan dari internet serta informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng.

Hingga saat ini, tiap induk pasar di Buleleng mampu membuat eco enzyme di tempatnya masing-masing.

“Mereka membuat eco enzyme di pasar masing-masing. Selama tiga bulan, limbah yang dimplentasikan itu baru bisa dimanfaatkan menjadi eco enzyme,” ujarnya Direktur Utama Perumda Pasar Arga Nayottama, I Made Agus Yudi Arsana.

Jumlah Eco Enzyme Menyesuaikan dengan Jumlah Limbah Pasar

Terkait jumlah eco enzyme yang dihasilkan selama pembuatan, tergantung dari jumlah limbah yang dihasilkan.

Dengan kata lain, semakin banyak limbahnya maka semakin banyak juga eco enyzme yang dihasilkan.

Kini, eco enzyme itu dimanfaatkan untuk penyemprotan disinfektan di lingkungan pasar setiap harinya, dan juga digunakan untuk pupuk di halaman pasar.

Bahkan banyak pedagang yang meminta eco enzyme itu untuk digunakan di rumahnya.

[irp]

“Kadang pegawai-pegawai kita juga minta untuk di rumahnya. Katanya efektif juga untuk membasmi nyamuk, netralisir bau sehingga tidak begitu menyengat, seperti kandang ayam misalnya,” ujar I Made Agus Yudi Arsana.

“Cukup tinggal disemprotkan saja,” terang Direktur Utama Perumda Pasar Arga Nayottama.

Sementara itu, untuk sampah plastik yang ada akan dilakukan pemilahan dari sampah organik, dan selanjutnya akan dijual ke bank sampah. (fJr/JP)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button