Ketua DPRD Badung Hadiri Melaspas Wantilan Kuta Permai
Ritual suci perkuat spirit kebersamaan krama Banjar Jaba Jero

MANGUPURA, jarrakposbali.com – Di tengah suasana pagi yang teduh di Banjar Jaba Jero, aroma dupa dan kidung puja mengalun lembut saat warga Tempekan Kuta Permai berkumpul untuk sebuah momen penting: upacara melaspas wantilan baru mereka. Kehadiran Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti, menambah kekhidmatan upacara yang menjadi simbol penyucian sekaligus harapan baru bagi kehidupan sosial masyarakat Kuta.
Wantilan Tempekan Kuta Permai bukan sekadar bangunan fisik. Bagi warga, wantilan adalah ruang hidup yang menyatukan tempat rapat, tempat berkesenian, hingga wadah kegiatan sosial yang memperkuat keharmonisan banjar.
Kamis pagi itu, setelah persembahyangan dimulai, suasana berubah khusyuk. Warga dari berbagai golongan berkumpul, saling menyapa, dan menunjukkan kebersamaan yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Bali.
Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti hadir tidak hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai bagian dari komunitas yang ingin memberikan dukungan moral terhadap pembangunan berbasis adat. Dalam balutan busana adat, beliau mengikuti rangkaian upacara dari awal hingga akhir, menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian tradisi dan ruang budaya lokal.
“Saya berharap wantilan ini menjadi pusat aktivitas warga yang membawa manfaat sosial, budaya, dan spiritual. Infrastruktur adat seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan dan persatuan masyarakat,” ujar Gusti Anom Gumanti seusai upacara.
Usai melaspas, warga mulai menata wantilan dengan penuh semangat, menandai dimulainya babak baru pemanfaatan ruang komunal ini. Bagi masyarakat Tempekan Kuta Permai, wantilan yang telah disucikan bukan hanya bangunan baru, tetapi simbol harapan, kebersamaan, dan semangat melanjutkan tradisi leluhur di tengah modernisasi Kuta yang kian pesat.(JpBali).



